Maharku Craft, Solusi Mahar Pernikahan Keren yang Kualitasnya Bisa Diadu

BETANEWS.ID, KUDUS – Wahyunita Khairunnisa (25) terlihat telaten menyatukan rangkaian-rangkaian beberapa pernak-pernik di satu bidang dengan menggunakan lem. Setelah jadi, ia lantas meletakkannya pada sebuah meja yang berada tak jauh darinya. Hari itu, rupanya ia sedang menyelesaikan pesanan mahar pernikahan di usaha Maharku Craft miliknya.

Di sela-sela aktivitasnya, wanita yang akrab dengan panggilan Nita itu sudi berbagi cerita tentang usahanya itu. Bisnis yang dijalankan dari rumahnya di Kelurahan Mlati Kidul RT 1 RW 1, Kecamatan Kota Kudus itu, menerima pemesanan pembuatan mahar pernikahan, baki lamaran, paper flower, wedding sign in, dan souvenir. Selain menerima pesanan, tempatnya juga menyewakan baki lamaran.

Nita menunjukkan hasil karyanya di Maharku Craft. Foto: Kaerul Umam.

Untuk harganya, wanita berjilbab itu menjelaskan, mahar pernikahan mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 700 ribu tergantung bahan dan kerumitan desain. Paper flower dari Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu tergantung ukuran dan bahan. Wedding sign in Rp 300 ribu dengan ukuran standar. Kemudian souvenir mulai dari Rp 35 ribu hingga Rp 200 ribu tergantung bahan, jenis, dan bentuk.

-Advertisement-

“Harga jasa pembuatan dan untuk baki lamaran satu paket isi tiga dengan harga mulai Rp 450 ribu hingga Rp 700 ribu tergantung bahan yang digunakan,” bebernya.

Baca juga: Nikmah, Peronce Bunga Pernikahan Langganan 80 Persen MUA Kudus

Sedangkan untuk penyewaan baki lamaran, Nita menyebutkan biayanya yaitu sebesar Rp 650 ribu. Nantinya, penyewa akan mendapatkan enam baki lamaran dengan tempat cincin dengan waktu penyewaan selama dua hari.

Nita lantas menjelaskan awal mula merintis usaha Maharku Craft pada Maret 2019. Pada saat itu, temannya menawarkan dirinya untuk membuat mahar pernikahan. Lalu Nita bersama temannya yang lain itu, membuka usaha tersebut dengan modal hanya Rp 500 ribu. Dengan berjalannya waktu, teman yang membantunya itu mendapatkan kerjaan di sebuah perusahaan, yang akhirnya usaha tersebut dilanjutkan oleh Nita seorang diri.

Nita menuturkan, saat pertama kali membuat mahar pernikahan, dirinya merasa kesulitan karena belum terbiasa. Waktu itu, ia hanya belajar secara otodidak dengan menonton Youtube. Seiring waktu berjalan, kini ia sudah lihai menghias mahar pernikahan dengan bagus dan rapi.

“Pelanggan kebanyakan dari daerah asal saya dilahirkan, yaitu Kudus. Selain Kudus, ada beberapa pelanggan dari berbagai kabupaten lain seperti, Pati, Rembang, Jepara, Demak, dan Semarang,”, ujarnya di rumah produksi yang buka mulai pukul 15.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB itu.

Baca juga: Tren Makeup Pengantin Kekinian yang Cantik nan Flawless Ala Bintari Wedding

Selain memasarkan dari mulut ke mulut teman, Nita juga memasarkan usahanya lewat media sosial seperti Instagram dan WhatsApp. Dirinya menyediakan katalog di Instagram dengan akun @maharku_craft. Tujuannya, orang yang melihat tidak kesulitan mencari apa yang mereka mau.

Bahan-bahan yang digunakan Nita dalam pembuatan mahar pernikahan meliputi lempengan akrilik, rustik (bahan tanaman yang sudah dikeringkan), uang koin, dan uang kertas mainan. Penggunaan uang kertas mainan ini karena ada aturan tridak boleh menggunakan uang asli yang berpotensi merusak uang tersebut.

Dalam pembuatan mahar pernikahan, Nita membutuhkan waktu paling cepat sepekan dan paling lambat sebulan sebelum akad. Ini tergantung dari bahan yang digunakan serta tingkat kerumitan desain yang dipilih oleh pelanggan. Karena menghias mahar pernikahan itu harus sabar dan telaten, supaya hasil yang diperoleh bagus.

“Harapan untuk usaha ini agar semakin berkembang dan dikenal oleh masyarakat. Tentunya bisa dikenal di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER