BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo harus turun tangan mengatur banyaknya warung yang belum menerapkan protokol kesehatan. Sambil gowes pagi, Ganjar melakukan sidak ke sejumlah warung di Kota Semarang, Rabu (23/9/2020). Diantaranya warung-warung yang ada di Pujasera MAJT serta beberapa warung di Jalan Jolotundo Kota Semarang. Di tempat-tempat itu, Ganjar dengan sabar mengedukasi pemilik dan pembeli untuk ketat menerapkan protokol kesehatan.
Tak hanya itu, Ganjar juga sengaja membawa solasi dari rumah untuk memberikan tanda silang di meja atau kursi warung-warung yang dikunjungi. Tujuannya untuk memberikan contoh penataan warung yang benar agar semuanya bisa berjalan aman.

“Niki disilang, sing disilang ora intuk dilungguhi (ini dikasih tanda silang, yang ada tandanya tidak boleh diduduki). Bakule ngilekke, sing tuku ampun nglungguhi solasi (pedagangnya mengingatkan, pembelinya tidak boleh duduk di atas solasi). Ini saya kasih contoh satu meja, nanti lainnya diselesaikan sendiri,” kata Ganjar.
Ganjar juga rela mengangkat kursi-kursi milik pedagang guna memberi contoh penataan di masa pandemi. Hal itu dilakukan saat sidak di Soto Ayam Jolotundo Kota Semarang. Saat Ganjar datang, warung soto itu penuh pelanggan dan makan dengan jarak yang berhimpitan.
“Ini kalau jaraknya begini, bahaya. Harus ditata, caranya kursinya dikurangi. Ayo saiki, kene tak rewangi (sini saya bantu),” ucap Ganjar sambil mengangkat kursi-kursi yang ada di warung itu.
Baca juga: Tingkat Kesembuhan Covid-19 di Jateng Naik 3 Persen Jadi 66,5 Persen
Ganjar mengatakan tidak melarang warung untuk tetap buka. Asal, protokol kesehatan benar-benar diterapkan. Pemilik warung diminta tegas mengingatkan pembeli yang abai pada protokol kesehatan.
“Demi menjaga bersama. Kalau warungnya kecil dan sudah penuh, pemilik tolong jangan mempersilahkan tamu baru masuk. Bisa juga kursinya ditata di depan warung atau pinggir jalan, agar pembeli tetap bisa jajan. Saya izinkan, asal tidak mengganggu arus lalulintas,” tegasnya.
Langkah Ganjar yang langsung terjun dan memberikan contoh penataan warung saat pandemi itu diapresiasi para pemilik warung. Mereka tidak keberatan dan justru senang dengan edukasi yang baik dari Ganjar.
“Nggak keberatan meskipun meja dan kursi saya dikasih solasi, ya biar aman semuanya untuk menghindari penularan penyakit. Kita kan nggak tahu, kalau duduk berdekatan di warung ini tidak boleh. Sekarang jadi paham, setelah di kasih tahu Pak Ganjar. Nanti meja lainnya saya tata ulang,” kata Septi (35) pemilik warung makan di Pujasera MAJT.
Hal senada disampaikan Ihsan (40) karyawan di Warung Pecel di Jalan Jolotundo Kota Semarang. Ia mengatakan akan mengikuti arahan Ganjar untuk melakukan penataan.
“Iya, nanti meja kursi yang lainnya saya tata. Sepakat dengan pak Ganjar, penataan ini penting bagi kesehatan,” ucapnya.
Baca juga: Ganjar : ‘Yang Merasa Memiliki Gula Darah Tinggi dan Hipertensi Jangan Klayaban’
Selain sidak warung, Ganjar juga berkeliling ke sejumlah pasar tradisional dan kampung-kampung. Tujuannya sama, yakni untuk mengedukasi masyarakat agar tertib melaksanakan protokol kesehatan.
Di sejumlah pasar tradisional dan kampung yang dikunjungi Ganjar, masih banyak ditemukan warga yang abai dengan tidak memakai masker. Setelah memberi masker, Ganjar mengingatkan agar mereka tertib, sebab jika tidak tertib, maka pemerintah tidak akan segan menutup tempat usaha mereka.
“Biasanya saya pakai masker, ini tadi lupa. Pak Ganjar tadi mengingatkan, Semarang paling tinggi kasus positif Coronanya, jadi harus pakai masker tiap hari. Besok-besok saya janji pakai masker, apalagi tadi pak Ganjar bilang kalau ngeyel usaha saya akan ditutup,” kata Bu Eko (45) salah satu pedagang di daerah Peterongan.
Editor: Ahmad Muhlisin

