Mi Ayam ‘Campur’ Boba, Perpaduan Unik yang Bisa Ditemui di Mak Mee

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa pelanggan tampak sedang menikmati mi ayam dan segelas minuman boba di sebuah kedai di jalan HOS Cokroaminoto Nomor 82, Mlati Lor, Kecamatan Kota Kudus, Kabupaten Kudus. Rupanya, menu tersebut jadi konsep baru di kedai Mak Mee yang menyasar kaum milenial.

Owner Mak Mee, Elsya (34) mengatakan, awalnya dirinya memang berniat membuat usaha minuman boba. Kemudian ide tersebut digabungkan dengan jualan mi ayam agar menjadi sesuatu yang berbeda dari yang lain.

Menu Mi AYam yang bisa dipesan di Kedai Mak Mee. Foto: Abdul Khalim Mahfur.

“Jadi saya ingin membuat sebuah trend baru dimana sesuatu yang tidak nyambung ini bisa disambungin,” bebernya saat ditemui betanews.id, Sabtu (5/9/2020).

-Advertisement-

Baca juga: Pecel Pakis, Kuliner Legendaris Khas Muria yang Menggugah Selera

Menurutnya, konsep usaha ini terinspirasi dari ibunya yang dulu berjualan mi dan jus. Dari situ, ia kemudian mengembangkannya menjadi sesuatu yang lebih baru dan kekinian. Ibunya juga lah yang jadi inspirasi penamaan kedainya.

“Nama kedai ini diambil dari sebutan Mak atau oma dalam bahasa Chinese (Mandarin) yang berarti nenek, sedangkan Mee sendiri adalah panggilan ibuku,” terang Elsya.

Yang membedakan kedai ini dengan yang lain, lanjutnya, semua proses pembuatan mi dan boba dilakukan secara homemade dan menggunakan bahan-bahan pilihan.

“Kita semuanya homemade dari minya, bobanya, dari bahan-bahan lain dan sirup, jadi sebisa mungkin kita tidak beli dari orang lain,” katanya.

Elsya menjelaskan, Mak Mee menyediakan berbagai jenis minuman boba mulai dari rasa brown sugar, taro, red velvet, chocolate, coffe, dan masih banyak lagi. Harganya dari Rp 12 ribu sampai Rp 18 ribu.

Baca juga: Nikmati Makan Siang Prasmanan Khas Jawa di Klotok Pukwe yang Murah Meriah

Untuk semangkuk mi ayam tanpa campuran apapun dibanderol dengan harga Rp 8 ribu sampai yang termahal adalah yamin ayam bakso pangsit dengan harga Rp 24 ribu.

“Kalau untuk mi kita ada dua jenis yaitu mi biasa dan mi yamin. Bedanya adalah kalau mi biasa rasanya cenderung asin dan gurih, sedangkan yamin rasanya cenderung manis,” kata dia.

Tak hanya jualan kuliner yang bisa dimakan di tempat, Elsya juga merambah bisnis frozen food untuk menyasar pelanggan di luar kota. Untuk jenis ini, dirinya menyediakan dua varian, yaitu mi ayam dan bakso. Untuk mi ayam itu ada mie ayam biasa dan yamin. Sedangkan bakso yang dijualnya itu per 12 biji, isinya ada bakso sapi, bakso udang, bakso keju.

“Saya berharap orang-orang dari luar kota juga bisa merasakan produk saya karena saya juga menjualnya secara online di aplikasi E-commerce,” tutupnya.

Penulis: Muhamad Zaenul Arifin, Abdul Khalim Mahfur, dan Nafi’ Maulana (Mahasiswa PPL IAIN Salatiga)

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER