BETANEWS.ID, KUDUS – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Wisuda Karya Kudus sudah melakukan pembelajaran secara tatap muka. Proses tersebut sudah dilaksanakan sejak pekan terakhir bulan Juli 2020.
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan dan Ketarunaan SMK Wisudha Karya Kudus, Sudarmanto menuturkan, sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran secara tatap muka, pihaknya melakukan simulasi pembelajaran terlebih dahulu. Terutama terkait pemberlakuan protokol kesehatan Covid-19.
“Akhir Juli 2020 kami melakukan simulasi terlebih dahulu. Dengan menghadirkan 12 siswa. Hasilnya tidak ada masalah dan kita lanjut,” tuturnya saat ditemui di SMK Wisuda Karya Jalan Mejobo, Kelurahan Mlati Norowito, Kecamatan Kota, Kudus, Rabu (12/8/2020).

Baca juga : Sekolah Daring Bikin Orang Tua Emosi, Hartopo Kaji Belajar Tatap Muka
Menurut Sudarmanto, setelah simulasi berhasil, pihaknya langsung menerapkan proses pembelajaran secara tatap muka. Pihaknya pun mengaku sudah mendapatkan izin dari pengawas SMK.
Selain itu, kebijakan tersebut menurutnya juga sudah sesuai dengan arahan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Bahwa Menteri Nadiem Makarim sudah memperbolehkan melakukan pembelajaran praktikum secara tatap muka bagi SMK dan perguruan tinggi di semua zona.
“Tatap mukanya hanya praktik saja. Untuk teori masih dilakukan secara daring,” tuturnya.
Sudarmanto menjelaskan, dari tujuh jurusan kompetensi keahlian yang dimiliki SMK Wisuda Karya, menurutnya sementara hanya empat yang diperbolehkan tatap muka. Yakni Teknik Pemesinan, Teknik Kendaraan Ringan Otomotif, Teknik Mekatronika dan Teknik Instalasi Tenaga Listrik.
Sedangkan, kompetensi keahlian Pelayaran Nautika Kapal Niaga, Pelayanan Teknik Kapal Niaga dan Teknik Elektronika Industri rencananya akan diperbolehkan tatap muka pekan depan.
“Jadi yang sudah masuk kelas 10 hingga kelas 12. Namun untuk siswa dari luar daerah atau luar pulau belum diperbolehkan,” jelasnya.
Mengenai teknis pembelajaran tatap muka, dikatakan Sudarmanto, setiap hari ada 70 siswa hingga 100 siswa yang datang untuk belajar praktik. Menurutnya, setiap satu guru akan mengajar dua hingga empat siswa. Per sesi, diberikan waktu praktik selama tiga jam.
“Untuk jumlah siswa sendiri ada 1.700 an. Jadi satu siswa kebagian dua minggu sekali masuk dan itu dilakukan secara bergilir,” tuturnya.
Baca juga : Cek Belajar Daring, Ganjar Turun Tangan Atur Protokol Kesehatan di Sekolah
Sementara itu, Ketua Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan Bagus Pujo Cahyono menuturkan, pada Jurusan Teknik Pemesinan pihaknya membagi pembelajaran tatap muka menjadi 10 kelas. Menurutnya, siswa Teknik Pemesinan cukup banyak dibandingkan dengan jurusan lainnya. Setiap hari ada sekitar 50 siswa yang masuk.
10 kelas tersebut, lanjut Bagus yakni di tiga laboratorium gambar, dua laboratorium Computer Numerical Control (CNC) dan lima bengkel pemesinan.
“Ini hari ketiga (masuk), siswa terbagi di 10 ruangan. Mereka yang datang harus menerapkan protokol kesehatan. Membawa masker, sarung tangan dan face shield,” tuturnya.
Editor : Kholistiono

