31 C
Kudus
Rabu, Januari 28, 2026

Video Pembalajaran Guru PAI, Inovasi Kemenag Kudus di Masa Pandemi

BETANEWS.ID, KUDUS – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Tengah melakukan monitoring dan evaluasi proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang dilakukan secara daring. Kegiatan yang dilakukan selama dua hari pada 10-11 Agustus 2020 di Kantor Kemenag Kudus itu menghadirkan enam guru PAI dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) hingga SMA.

Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Agama Islam (Pais) Kemenag Kudus HM Hafidz menuturkan, enam guru dari jenjang TK, Sekolah Luar Biasa (SLB), SD, SMP, SMA, dan SMK itu akan dimonitoring dan dievaluasi dalam melakukan proses pembelajaran secara daring maupun luar jaringan (luring).

Kemenag Jateng saat evaluasi pembelajaran daring guru PAI di Kabupaten Kudus. Foto: Imam Arwindra.

“Jadi hari ini ada kegiatan dari Kanwil (Jateng) untuk memonitoring dan evaluasi pembelajaran mapel PAI. Kegiatan ini sebenarnya dilakukan di seluruh Jawa Tengah,” tuturnya saat ditemui di sela-sela kegiatan, Selasa (11/8/2020).

-Advertisement-

Baca juga: Kisah Zaki, Guru di Grobogan yang Rela Naik Turun Bukit Sambangi Siswa

Menurut Hafidz, keputusan ditetapkan pembelajaran secara daring sebenarnya sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) secara virtual melalui webinar. Empat kementerian tersebut adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Sesuai SKB empat menteri mata pelajaran PAI dilakukan secara daring. Oleh karena itu, Kanwil ingin tahu bagaimana proses pembelajarannya,” tuturnya.

Dirinya menyebutkan, dalam proses pembelajaran secara daring, guru PAI di Kudus banyak menggunakan media video dalam proses pembelajaran. Sedangkan untuk praktik, saat ini belum bisa dilakukan.

“Untuk praktik seperti salat sementara ini kan tidak bisa. Jadi pembelajarannya diganti melalui video di Youtube yang bisa diputar ulang. Nanti untuk orang tua wali diharapkan bisa membantu belajar anak-anaknya,” jelasnya.

Baca juga: Tukang Ojek Ini Sediakan Internet Gratis untuk Siswa Belajar Daring

Hafidz melanjutkan, setelah perwakilan dari Kanwil Jateng melihat langsung proses pembelajaran secara daring. Mereka akan memberikan bahan evaluasi terhadap proses pembelajaran.

“Jadi nanti akan tahu kekurangan dan kelemahannya apa. Selanjutnya, akan menjadi evaluasi agar proses belajar bisa lebih baik dan efektif,” tuturnya.

Saat ini tutur Hafidz, jumlah guru PAI di Kudus terbilang banyak. Menurutnya, di jenjang TK di sembilan kecamatan Kabupaten Kudus terdapat sekitar 25 orang guru. Kemudian, tingkat SD 44 orang. SMP sekitar 33 orang. Sedangkan, SMA dan SMK sekitar 40 orang.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER