BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah orang terlihat duduk di kursi antrean yang berada di kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kudus, (10/8/2020). Menaiki lantai dua kantor tersebut, tampak sejumlah orang di sana sedang beraktivitas. Satu diantaranya yakni Ishak, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kudus.
Dirinya kemudian berbagi penjelasan kepada betanews.id tentang program pemerintah yang memberi subsidi kepada karyawan bergaji di bawah Rp 5 juta. Saat ini, sudah ada sekitar 15 ribu karyawan yang terkumpul. Pihaknya masih akan terus melakukan pendataan yang akan digenjot dalam sepekan ke depan.

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kudus yang meliputi Kudus, Jepara, Pati, Rembang dan Blora itu, menargetkan 100 ribu pekerja untuk mendapatkan subsidi gaji sebesar Rp 600 ribu per bulan, selama empat bulan.
Baca juga: Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 4 Mulai Dibuka Hari Ini
“Peserta aktif saat ini ada sekitar 180 ribu tenaga kerja, dan itu masih global. Sedangkan target kami data yang dikumpulkan yaitu 100 ribu tenaga kerja. Jadi ini masih proses pendataan karyawan berpenghasilan di bawah Rp 5 juta,” jelasnya.
Menurut Ishak, di pekan ini setidaknya pendataan sudah mencapai minimal 50 persen dari target. Karena program subsidi itu akan dilaksanakan pada September 2020 yang akan datang.
“Target kami minggu ini sudah terkumpul semua. Untuk teknis penyaluran belum bisa disampaikan. Masih menunggu ketika data sudah terkumpul. Tidak semua dapat, karena akan ada proses seleksi,” katanya.
Baca juga: Perusahaan Ini Pindah dari Tiongkok ke Jateng Gegara Ganjar, Siap Serap 3.500 Pekerja
Untuk syarat lebih lanjut, dirinya masih belum tahu. Untuk sementara syaratnya yaitu karyawan swasta dengan gaji di bawah Rp 5 juta, non PNS, dan non pegawai BUMN.
“Saya imbau kepada perusahaan agar segera mengecek, apa sudah selesai jaminan sosialnya. Terlindungi program jaminan sosial tenaga kerja atau belum. Karena jika ada program-program seperti ini, kan tidak perlu repot lagi jika sudah,” tukas Ishak.
Editor: Ahmad Muhlisin

