31 C
Kudus
Rabu, Januari 28, 2026

PKL Balai Jagong Resah Banyak Pangunjung Tak Pakai Masker, Khawatir Ditutup Lagi

BETANEWS.ID, KUDUS – Rasemi sampai harus berkali-kali mengingatkan pengunjung yang tak menggunakan masker di lapaknya di Balai Jagong, Kamis (6/8/2020) malam. Dia begitu khawatir, tempatnya mencari nafkah itu kembali ditutup jika pengunjung abai pada peraturan. Padahal, tempat tersebut baru saja dibuka kembali hari itu.

Resahnya Rasemi memang cukup beralasan. Pantauan di lapangan, pengunjung Balai Jagong terlihat masih berangsur-angsur datang meski waktu sudah menunjukkan pukul 20.45 WIB. Sesuai aturan, tempat tersebut harus sudah tutup pada pukul 21.00 WIB.

PKL Balai Jagong sudah bisa berjualan lagi, Kamis (06/8/2020). Foto: Imam Arwindra.

Di bagian pintu masuk, terdapat sejumlah petugas Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus yang mengawasi pengunjung. Sesekali mereka mengingatkan warga agar mengenakan masker ketika masuk Balai Jagong. Namun, banyak dari mereka dibiarkan masuk tanpa mengenakan masker, walaupun sudah terdapat tulisan “Pengunjung Balai Jagong Wajib Pakai Masker”.

-Advertisement-

Rasemi mengatakan, banyak pengunjung yang tidak mengenakan masker, lantaran menurutnya, pakai masker dirasa lebih ribet. Selain itu, ketidakpedulian masyarakat terhadap protokol kesehatan Covid-19 juga jadi andil.

“Masih ada yang pakai masker. Namun banyak yang tidak,” ungkap Rasemi saat ditemui di lapaknya.

Baca juga: PKL Balai Jagong Dibagi Dua Shift, Mandi Bola Tidak Boleh Beroperasi

Rasemi tentu khawatir, banyaknya pengunjung yang tidak mempedulikan protokol kesehatan itu bisa jadi penyebab ratusan PKL termasuk dirinya tidak diperbolehkan berdagang lagi.

“Saya risau bila ditutup lagi. Gak bisa berdagang lagi,” jelasnya.

Malam itu, Rasemi harusnya bahagia lantaran bisa berdagang kembali setelah empat bulan tutup. Namun, ia malah merasa was-was melihat pengunjung yang tak mengindahkan aturan. Apalagi, kawasan Balai Jagong sempat ditutup Pemerintah Kabupaten Kudus karena Covid-19.

“Iya ini hari pertama berjualan lagi. Pokoknya saya ikut apa yang pemerintah sarankan. Saya ikut,” tuturnya yang tinggal di Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus itu.

Baca juga: Hartopo Berang dan Ancam Cabut Izin Kafe yang Abaikan Protokol Kesehatan

Menurut Rasemi, dirinya sudah menempatkan lapaknya berjarak sekitar tiga meter dari pedagang lainnya. Selain itu, dirinya juga sudah menyiapkan tempat cuci tangan yang ditaruh tepat di samping gerobaknya.

“Ini sudah ada jarak yang dibuat (oleh Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus). Dan tempat cuci tangan saya sudah sediakan sendiri. Saya juga sudah pakai masker” tuturnya.

Selama Balai Jagong ditutup, Rasemi mengaku harus libur berjualan. Karena sama sekali tidak ada pemasukan, akhirnya dirinya ikut berdagang di area depan Taman Krida.

“Kalau di Taman Krida sejak tiga minggu kemarin. Karena memang saya sudah tidak ada pemasukan. Namun di depan sana (depan Taman Krida) sepi karena pinggir jalan. Alhamdulillah, ini (balai jagong) sudah buka,” jelasnya.

Baca juga: Balai Jagong Buka Kembali Pekan Depan, Tapi Hanya 150 PKL yang Boleh Jualan

Dirinya berharap, pengunjung yang datang dapat menjalankan protokol kesehatan Covid-19. Agar dirinya bersama ratusan PKL lainnya dapat tetap berjualan.

“Saya mohon ikuti aturan pemerintah. Biar saya ada pendapatan,” terangnya.

Hingga pukul 23.50 WIB, terlihat masih ada beberapa PKL yang berjualan. Sempat pada pukul 23.00 WIB, satu mobil Satpol PP bersama sejumlah anggota datang. Mereka mengimbau agar segera berkemas dan selalu mengenakan masker. Terutama pada pedagang yang berada di sekitar tulisan Balai Jagong.

Tampak juga di sekitar tulisan Balai Jagong para pengunjung yang didominasi kalangan muda masih banyak. Mereka asyik bergurau di atas alas tikar tanpa terlihat ada masker yang dikenakan sampai tengah malam itu.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER