Pondok Bunga Budi Karya, Tersedia Lebih 50 Jenis Aglonema yang Laris Manis

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi selatan Jalan Cut Nyak Dien, Desa Mlati Kidul, Kecamatan Kota, Kudus, terlihat bidang tanah dikelilingi pagar besi. Di dalamnya tampak ribuan tanaman hias berjajar rapi memenuhi area tersebut. Tanaman hias berjumlah ribuan itu merupakan Pondok Bunga Budi Karya yang menjual lebih dari 50 jenis Aglonema.

Di sela aktivitasnya melayani pembeli, Munawaroh (44) pemilik dari Pondok Bunga Budi Karya sudi berbagi penjelasan tentang tanaman yang lagi hits tersebut. Dia mengatakan, Aglonema beberapa bulan terakhir memang banyak diburu para pecinta tanaman hias. Menurutnya, di Pondok Bunga Budi Karya sendiri ada lebih dari 50 jenis tanaman aglonema, dan semuanya laris diborong pembeli.

Aneka bunga aglonema di Pondok Bunga Budi Karya. Foto: Rabu Sipan

Baca juga : Versi Aslinya Lagi Ngehits, Bunga Janda Bolong Sintetis Yanti Laris Diborong Pelanggan

-Advertisement-

“Aglonema itu jenisnya banyak. Kalau di tempat saya, mungkin lebih dari 50 jenis tanaman aglonema. Dari sekian banyak jenis, hampir semuanya diminati. Apalagi saat ini lagi ngehits lagi tanaman hias tersebut,” ujar Munawaroh kepada betanews.id, Kamis (17/7/2020).

Dia mengatakan, tidak tahu pasti sebab dari populernya lagi Aglonema. Menurutnya, dulu tanaman berjuluk ratu daun itu juga pernah ngehits dan diburu para pecinta tanaman hias, tapi kemudian ditinggalkan. Namun sejak ada pandemi tanaman yang punya nama lain Sri Rejeki itu mulai banyak dilirik lagi.

“Mungkin sewaktu ada pandemi kan ada intruksi stay at home. Jadi mereka banyak cari hiburan di rumah. Mungkin satu di antaranya dengan melihat keindahan daun Aglonema,” tebak Munawaroh.

Di Pondok Bunga Budi Karya sendiri ada banyak jenis Aglonema. Antara lain, Lady Gaga, Stardust, red stardust, adelia, rindu, lod, mahaseti, frozen, red borju, red spider, moonlight, red anjamani, super white, widuri, gajah mada, red twister, dud tricolor, suksom, red king, black maroon, golden siam, sundrop dan lain sebagainya.

“Yang saya sebut itu jenis Aglonema impor ya. Kalau yang lokalan itu ada, lipstik siam aurora, lulaiwan, pocin, butterfly, dona carmen, diven gurita, dan masih banyak lagi jenisnya,” terangnya.

Untuk harga, lanjutnya, memang lumayan jauh berbeda antara Aglonema impor dan Aglonema lokal. Untuk yang lokal harganya lebih murah, bekisar mulai Rp 20 ribu sampai paling besar atau indukan itu Rp 250 ribu. Kalau yang impor itu kecilnya saja sudah dibanderol Rp 100 ribu dan yang indukan itu bisa sampai Rp 500 ribu, bahkan bisa sampai jutaan.

“Tapi di tempat saya tidak ada yang harganya sampai jutaan. Paling mahal di Pondok Budi Karya itu Aglonema dengan harga Rp 500 ribu,” terangnya.

Baca juga : Bunga Adenium di Pondok Bunga Ambar Banyak Diminati Bapak-Bapak

Untuk penjualan, jelasnya, jumlahnya tidak menentu. Kalau pas yang beli itu para bakul, sekali transaksi bisa puluhan Aglonema. Tapi kalau yang beli itu perorangan paling mereka beli satu atau dua aglonema. Menurutnya, sejak mulai populer, setiap hari pasti ada saja yang beli Aglonema.

“Kalau ditotal penjualan Aglonema cukup lumayan. Sepekan masih bisa terjual ratusan Aglonema dengan berbagai macam jenis,” bebernya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER