BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi utara Jalan Raya Kudus-Jepara, Desa Garung Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus tampak beberapa kolam taman dan beberapa ornamennya. Di antara barang tersebut, terlihat pria paruh baya sedang mengecat ornamen berbentuk gentong kecil. Pria tersebut adalah Busiri, pembuat ornamen dan kolam taman.
Sembari melakukan aktivitasnya, Busiri sudi berbagi penjelasan tentang usahanya tersebut. Dia mengatakan, mulai merintis pembuatan ornamen taman sejak empat tahun lalu. Dia mengaku membuat kerajinan secara otodidak, dan pemasaran hanya mengandalkan teras rumahnya yang berada di tepi jalan raya.

“Saya bisa membuat ornamen taman itu secara otodidak. Awalnya saya beli di tempat penjual bunga. Kemudian saya jiplak dengan membuat cetakannya,” ujar Busiri kepada Betanews.id, Rabu (15/7/2020).
Pria yang sudah dikaruniai tiga cucu itu menuturkan, setelah jadi, hasil karyanya itu dipajang di depan rumahnya. Tujuannya agar bisa dilihat banyak orang yang lewat dan yang tertarik bisa mampir untuk membeli.
Baca juga: Terkenal Awet Serta Mewah, Batu Paras Ukir Makin Berkibar
“Pemasaran saya memang mengandalkan posisi rumah di pinggir jalan raya. Saya tidak pernah memasarkannya dengan cara lain, termasuk lewat online,” ungkapnya.
Dia menuturkan, saat memulai usaha, Busiri hanya membuat ornamen taman saja. Baru sejak dua pekan lalu, ia membuat taman kolam karena banyak yang berminat.
Soal harga, untuk ornamen leher angsa mulai dari Rp 50 ribu. Jika ingin beli satu set, harganya Rp 300 ribu. Sedangkan jika beli satu set ornamen beserta kolamnya, pembeli bisa menebusnya sebesar Rp 400 ribu. Kemudian untuk harga taman kolam, dibanderol mulai Rp 250 ribu hingga Rp 1,5 juta, tergantung ukuran.
“Selain itu saya juga membuat pot bonsai dengan harga Rp 35 ribu. Pot berbentuk akar pohon mulai Rp 40 ribu. Serta ornamen tempat lampu pagar saya jual Rp 60 ribu,” rincinya.
Baca juga: Kerjaan Terkenal Rapi, Furnitur dari Multiplek Buatan Asro Banyak Dilirik
Meski pemasaran hanya andalkan lokasi di tepi jalan, dia mengaku karyanya tersebut lumayan diminati. Selain orang Kudus, pembeli ada yang datang dari Jepara, Demak, dan Pati.
“Bahkan ada beberapa pemilik usaha tanaman hias yang ingin kerja sama, agar saya menyuplai pot dan ornamen. Namun saya tolak. Selain harganya tidak cocok, orang lewat yang beli hasil karya saya lumayan banyak,” tutup Busiri.
Editor: Ahmad Muhlisin

