Tren Bersepeda Kerek Inflasi di Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria terlihat sedang menjelaskan sesuatu kepada perempuan di sebuah ruangan di Badan Pusat Statistik (BPS) Kudus. Setelah itu, pria tersebut sudi berbagi informasi kepada betanews.id tentang inflasi di Kudus. Pria itu adalah M. Saiful (49), Kasi Statistik Distribusi pada BPS Kudus.

Pada bulan Juni 2020 inflasi di Kudus sebesar 0,09 persen. Ada penurunan jika dibandingkan bulan Mei 2020, yang angka inflasinya sebesar 0,10 persen. Inflasi pada bulan Juni dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya kenaikan harga daging ayam dan telur ayam. Selain itu juga kenaikan harga sepeda anak. Hal itu dilihat dari ketersediaan barang yang ada di Kudus.

“Sekarang sedang marak-maraknya bersepeda, jadi harga sepeda juga ikut naik. Inflasi 4,21 persen, andil 0,02 persen. Selain itu juga pengaruh harga daging ayam inflasi 8,64 andil 0,09 persen, telur inflasi 8,43 andil 0,07,” katanya, Jumat (10/7/2020).

-Advertisement-

Baca juga : Hasil Sensus Penduduk Online di Kudus Lebihi Target Nasional dan Jateng

Dia juga melanjutkan, faktor-faktor yang memengaruhi inflasi di Kudus dalam persentase. Celana panjang jeans pria, inflasi 19,71 andil 0,04. Rokok kretek filter inflasi 0,58 andil 0,02.

Sedangkan faktor yang menahan inflasi di Kudus, atau bahan pokok yang mengalami deflasi yaitu cabai merah, deflasi hingga 28,51 persen dan andil 0,10 persen. Bawang putih deflasi 11,14 andil 0,03, minyak goreng deflasi 2,67 andil 0,03.

“Gula pasir juga mengalami deflasi 3,75 persen, andil 0,03 persen. Yang saya sebutkan itu faktor-faktor yang dominan memengaruhi. Masih ada faktor-faktor lain,” tambahnya.

Kudus terendah dibanding kabupaten/kota di Jawa Tengah yang mengalami inflasi. Seperti Tegal 0,42 persen, Surakarta 0,29 persen, Cilacap 0,28 persen, Kota Semarang 0,16 persen, Purwokerto 0,4 persen, dan Kudus 0,09 persen.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER