BETANEWS.ID, KUDUS – Suara musik pop lamat-lamat terdengar di dalam kafe yang baru saja buka beberapa bulan lalu. Ialah J-Kin Coffee yang terletak di Pertigaan Jl. Bhakti, Desa Rendeng, Kecamatan Kota, Kudus. Berada di titik yang strategis, lalu lalang kendaraan di jalan menjadi pemandangan tersendiri bagi para penikmat kopi yang berada di area outdoor.
Fauzan Nur (36), Owner J-Kin Coffee menceritakan awal mula idenya untuk merambah di dunia food and beverage. Ketika itu, dirinya melihat trending topik di perbankan soal bisnis yang kini lagi bagus, yakni food and beverage. Kemudian, dirinya merasa tertantang untuk menggeluti bisnis di bidang tersebut.

Baca juga : Omah Londo, Kafe dan Resto Bergaya Vintage yang Ramah Kantong
“Sebenarnya, lokasi yang saya bangun untuk kafe ini rencananya akan saya gunakan untuk bangun ruko buat bisnis seluler. Ya pengembangan lah, karena kan semula saya menekuni bisnis seluler. Namun, setelah melihat trend, saya tertantang untuk keluar dari zona nyaman dengan mendirikan coffee shop,” ujarnya, Sabtu (4/7/2020).
J-Kin, yang awalnya memiliki kepanjangan jajanan kekinian ini, semula juga konsepnya bukan sebuah coffee shop, tetapi lebih ke food court. Namun, setelah meminta masukan dari beberapa temannya yang lebih dulu terjun di bisnis coffee shop, Fauzan akhirnya mantap J-Kin menggunakan konsep coffee shop.
“Setelah berubah konsep, kepanjangannya juga berubah. Sekarang J-Kin itu artinya Jejak Kopi Indonesia,” ungkap dia.
Sebagai pendatang di dunia food and beverage, J-Kin lebih fokus untuk pasar anak muda, sehingga desain interior juga dibikin menyesuaikan selera anak muda dengan tampilan ala industrial. Pemanfaatan lahan yang cukup strategis di pinggir jalan, diakui Fauzan menjadi salah satu unggulan yang ditawarkan oleh J-Kin. Selain itu, kualitas menu menjadi hal penting baginya untuk disajikan kepada pelanggan.
“Kalau unggulan bukan hanya tempat. Karena di sini kami sediakan berbagai tempat. Seperti no smoking area yang lebih privat, smoking area dan di luar untuk yang anak muda banget karena bisa langsung melihat suasana jalan. Sekaligus kualitas makanan. Karena kadang, orang menjual tempat saja tapi melupakan kualitas menu. Ada juga yang mengandalkan kualitas menu tapi tempatnya biasa saja. Kami menonjolkan dua-duanya,” papar dia.
Baca juga : Kafe Susu Moeria, Tempat Nongkrong Sehat Ala Anak Muda Kudus
Berbicara saat launching, Fauzan mengaku mengambil momen saat pandemi. Hal ini dianggap Fauzan sebagai salah satu strategi bisnisnya untuk melawan arus. Sehingga meskipun baru, J-Kin bisa cepat dikenal dan menarik para pelanggan untuk datang ke sana menjadi pembeli.
“Openingnya bulan April. Justru di tengah pandemi, karena banyak coffee shop yang tutup. Saya punya peluang untuk mengenalkan J-Kin di waktu itu. Tentu dengan protokol kesehatan. Karena menurut saya, ibarat layang-layang, ia bisa terbang tinggi saat melawan arah angin,” kata dia.
Editor : Kholistiono

