Banting Stir Jual Telo Gondeng, Rinto Mampu Raup Omzet Rp 6 Juta Sehari

BETANEWS.ID. KUDUS – Di tepi utara Jalan Gor, tepatnya di sebelah timur pintu masuk Taman Krida Wisata Kudus terlihat sebuah gerobak. Di samping gerobak seorang pria tampak sibuk melayani beberapa pembeli singkong rebus yang berwarna merah kehitaman. Dia adalah Ririn Arianto penjual telo gondeng yang akhir-akhir ini laris manis.

Dia menuturkan, baru berjualan telo gondeng sekitar dua pekan yang lalu. Diakuinya, telo gondeng saat ini memang lagi ngehits dan banyak dicari. Bahkan ia mengaku jualannya selalu laris manis.

Telo gondeng yang dijual Ririn Arianto di depan pintu masuk Taman Krida Wisata Kudus, Selasa (7/7/2020). Foto: Rabu Sipan

“Telo gondeng saat ini lagi diminati banyak orang dan lagi ngehits. Bahkan pas hari pertama jualan, setengah jam dari buka dasar semua telo gondeng saya sudah ludes terjual,” ujar Rinto kepada Betanews.id, Selasa (7/7/2020).

-Advertisement-

Warga Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kudus, itu menuturkan, setiap hari menyediakan telo gondeng sebanyak 150 keranjang atau kruneng. Satu keranjang itu berisi sekitar dua kilogram telo gondeng. Jadi sehari dia bisa menjual sekitar tiga kwintal telo gondeng. Untuk harga, dia menjualnya kiloan yakni Rp 20 ribu per kilogram.

Baca juga: Saking Larisnya, Siswanto Hanya Mampu Layani 400 Keranjang Kolak Gudang Sehari

“Kalau omzetnya hitung sendiri, ya. Satu kruneng saya menjualnya Rp 40 ribu. Saya juga melayani pembelian per setengah kilogram,” beber pria yang sudah dikaruniai tiga orang anak tersebut.

Dia kemudian berkisah awal berjualan telo gondeng. Dia mengaku, dulu juga seorang pedagang. Tadinya, ia berjualan di event-event besar. Namun, sejak ada Corona, semua event ditiadakan sehingga menjadikannya jadi pengangguran.

“Sekian lama menganggur, pas saya lihat Facebook ada orang memposting telo gondeng, yang menarik itu respon masyarakat kok bagus. Dari situ saya berinisiatif untuk jualan telo gondeng,” ungkapnya.

Kebetulan, lanjutnya, saat itu ia punya tanaman singkong di ladang. Kemudian singkong tersebut dipanen secukupnya, kemudian ia titipkan perebusannya di produksi gula tumbu. Tapi itu hanya berjalan sepekan, selanjutnya dia beli sudah telo gondeng sudah jadi.

Baca juga: Kolak Gudang Buatan Siswanto Jadi Ladang Bisnis Warga saat Pandemi

“Setelah singkong saya habis, saya pun memutuskan kulak telo gondeng yang sudah jadi. Pelanggan juga tetap banyak,” katanya.

Setiap harinya, Rinto berjualan mulai pukul 11.00 WIB hingga habis. Biasanya pukul 15.00 WIB telo gondengnya sudah ludes terjual. Namun, jika lagi laris atau akhir pekan, dagangannya bisa habis lebih cepat, dan ia bisa pulang pukul 13.00 WIB.

“Meski baru berjualan telo gondeng dua pekan. Saya sekarang punya tiga cabang lapak untuk menjajakan telo gondeng. Dan alhamdulillah semuanya laris,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER