31 C
Kudus
Rabu, Januari 28, 2026

Ganjar Ancam Tutup Perusahaan yang Tetap Bandel Cemari Bengawan Solo

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengancam akan menutup perusahaan, baik besar atau kecil yang mencemari Bengawan Solo. Peringatan keras ini dikeluarkan setelah mendapati sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut kembali tercemar.

Ganjar menilai, adanya pencemaran tersebut mengingkari komitmen yang disepakati Desember 2019 lalu. Dalam kesepakatan tersebut, pihaknya memberikan waktu 12 bulan kepada seluruh perusahaan yang ada di bantaran Bengawan Solo untuk memperbaiki pengelolaan limbahnya. Apabila dalam kurun waktu itu tidak dilaksanakan dan tetap membuang limbah ke sungai, maka Ganjar akan membawa ke jalur hukum.

Gubernur Ganjar Pranowo memimpin rapat tindak lanjut terkait pencemaran Sungai Bengawan Solo yang terus saja terjadi, Kamis (9/7/2020). Foto: Ist.

“Hari ini terjadi pencemaran lagi, meskipun tidak separah tahun lalu. Selama ini kami sudah berusaha mengendalikan, relatif beberapa komunitas dan usaha kecil seperti pabrik ciu, peternakan babi, tekstil sudah memperbaiki. Tapi, hari ini ketahuan ada beberapa yang masih nekat membuang langsung limbahnya ke sungai,” kata Ganjar usai memimpin rapat soal pencemaran Bengawan Solo di Gedung B lantai 5 kantor Gubernur Jateng, Kamis (9/7/2020).

-Advertisement-

Dalam rapat yang diikuti instansi terkait dan perwakilan perusahaan, Ganjar mendapatkan fakta masih ada yang membuang limbahnya langsung ke sungai. Bahkan sebelum rapat, Ganjar mendapat foto pembuangan limbah dilakukan langsung ke Bengawan Solo di daerah Blora.

Baca juga: Rumah Sakit Sulit Izin Kelola Limbah Covid-19, Ganjar Bantu Urus ke KLHK

“Tadi juga dalam rapat, ada dua perusahaan besar yang kami mintai keterangan. Satu mengaku bahwa memang membuang langsung ke sungai karena ada kerusakan di mesin IPALnya. Tadi dia mengaku salah dan sedang diperbaiki, satu atau dua hari selesai. Saya tegur keras tadi,” terangnya.

Hasil rapat itu, Ganjar masih memberikan kesempatan pada perusahaan-perusahaan tersebut untuk melakukan perbaikan. Namun, apabila tidak segera diperbaiki dan tetap nekat membuang limbah ke sungai, maka dirinya tidak segan untuk menutup pabrik itu.

“Maka saya peringatkan mereka, ini sudah masuk bulan ketujuh. Kalau nanti tidak bisa, maka kami ambil tindakan hukum. Karena ini belum ada setahun, jadi saya peringatkan dulu. Tapi kalau besok terjadi lagi (membuang limbah ke sungai), sanksinya langsung saya tutup,” tegas Ganjar.

Untuk industri kecil yang kesulitan membuat IPAL, Ganjar kemudian meminta didata agar bisa dibantu pemerintah.

“Nanti kami bantu, kami carikan metode dan teknologinya agar mereka semua tetap bisa berusaha dan tidak mencemari. Tadi kami juga mengajak Kementerian LHK dan Kementerian Perindustrian dalam rapat, supaya bisa mengetahui peta ini,” bebernya.

Baca juga: Gandeng Perbankan untuk Bangkitkan UKM di Jateng

Untuk memantau adanya pembuangan limbah secara langsung ke Bengawan Solo, Ganjar kemudian membentuk tim patroli sungai. Tim terdiri dari berbagai unsur, baik dari Pemprov Jateng, kabupaten/kota dan Pemprov Jatim.

“Kami sudah sepakat dengan Jatim untuk membuat patroli. Bahkan dari TNI/Polri sudah siap membantu. Tim itu sudah dibentuk, minggu depan saya minta turun semuanya. Masyarakat juga saya minta membantu mengawasi,” tutup Ganjar.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER