31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Karno Temukan Kedamaian Jalani Bisnis Bonsai

BETANEWS.ID, KUDUS – Sore itu, Karno (65) nampak sedang duduk santai di depan kebun tanaman miliknya sekaligus outlet. Sementara itu, sang anak sedang sibuk menyirami puluhan pot tanaman menggunakan sebuah selang. Di kebun mungil itulah, Karno bersama sang anak menjual berbagai tanaman hias, khususnya bonsai.

Outlet tanaman yang terletak di Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus itu memang nampak ramai pengunjung. Meskipun mungil, berbagai koleksi tanaman nampak dipajang di sana. Berbagai bentuk bonsai pun terlihat tumbuh subur dan segar. Dikatakan oleh sang pemilik, usaha tersebut sudah berjalan sejak 4 tahun silam.

“Ini usaha pribadi sejak 4 tahun yang lalu. Awalnya, karena punya teman dengan usaha yang sama, lalu saya diajari untuk bonsai. Dan sampai sekarang menjadi pekerjaan sehari-hari,” papar warga asli Desa Mlati Norowito, Kecamatan Kota Kudus, Kabupaten Kudus tersebut, Kamis (11/6/2020).

-Advertisement-

Baca juga : Meraup Untung dari Bisnis Bonsai

Lelaki berambut cepak yang mulai memutih itu melanjutkan cerita. Dikatakannya, berpuluh tahun ia memiliki pekerjaan yang berbeda. Yakni menjadi pemasok material untuk proyek bangunan. Namun dalam perjalanannya, ternyata ia menemui banyak kesulitan. Salah satunya adalah harga kontrak toko yang semakin tahun naik hingga ditipu oleh klien.

“Dulunya malah profesinya tidak ada hubungannya sama tanaman. Memasok material bangunan. Memang cukup lama jadi pemasok material bangunan. Proyek-proyek dan gedung besar di sini beberapa kali jadi langganan saya. Sampai akhirnya tiap tahun sewa toko naik, terus pernah ditipu klien Rp 7,5 juta juga. Akhirnya tidak kuat berjalan lagi. Terus karena sudah tua juga, akhirnya beralih ke tanaman,” ungkap Karno.

Diakuinya, menjual tanaman menjadi bentuk profesi yang lebih menyenangkan. Karena selain lebih santai, ia mengaku secara penghasilan juga cukup menjanjikan. Apalagi tanaman hias berbentuk bonsai. Selain secara perawatan tidak terlalu susah, harga jual juga sesuai dengan bentuk yang mereka rangkai.

“Lebih santai dan menyenangkan berjualan tanaman. Apalagi bonsai. Perawatannya juga tidak terlalu berbeda dengan tanaman lain. Yang penting harus cukup air. Apalagi kalau menjual itu juga bisa dua atau tiga kali lipat. Karena berbicara bonsai itu lebih pada hobi dan pecinta ya. Maksudnya, yang beli itu melihat tanaman bonsai yang menurutnya unik, bisa menjadi mahal. Kekuatan bonsai daripada tanaman lain di sana,” papar dia.

Baca juga : Bonsaiku, Jual Bonsai Cantik Harga Menarik

Hingga saat ini, Karno dan anak lelakinya fokus untuk merangkai bonsai dengan teknik stek berbagai macam tanaman lain. Selain sebagai mata pencaharian, merawat tanaman juga menjadi jalan Karno dalam menjalani masa tuanya. Ia mengatakan, jika merawat tanaman, menjadikan hari-harinya lebih damai dan menyenangkan.

“Kalau misal Mbak atau temennya mau belajar bonsai, datang saja. Saya malah senang kalau ada yang mau belajar. Bagaimana cara stek, sampai merawat dan membentuk bonsai. Saya memang senang membagikan ilmu semacam itu. Supaya keahlian semacam ini juga bisa menular,” tukas dia.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER