Di Ko-Mbako Ednik, Anda Bisa Coba Tembakau dari Aceh Hingga Madura

BETANEWS.ID, KUDUS – Harum tembakau begitu terasa ketika masuk di sebuah toko mungil di samping Gerbang Gang 11 Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Di dalamnya, toples-toples kaca besar penuh dengan tembakau tertata rapi di rak-rak kayu yang menempel di dinding. Dua orang pria tampak sedang memilih-milih tembakau yang hendak dibeli, sedangkan seorang perempuan.

Toko tersebut adalah Ko-Mbako Ednik yang menyediakan puluhan jenis tembakau untuk rokok ngelinting dewe atau tingwe. Tak hanya tembakau, tempat tersebut juga menjual produk lain sebagai pelengkap, seperti paper, alat linting, cengkeh, tempat rokok, pipa, dan lem.

Toko Tembakau Ko-Mbako Ednik. Foto: Titis Widjayanti.

Sang pemilik, Anik Rofi’ani (38) menjelaskan, di toko yang baru dibuka Januari lalu itu menyediakan berbagai produk tembakau mulai jenis mole, giling, hingga cangklong. Variannya pun berbeda-beda sesuai permintaan pelanggan. Sedangkan untuk tembakau, dia mengambil dari berbagai daerah, mulai dari Aceh, Jawa, hingga Madura.

-Advertisement-

“Untuk varian sejauh ini lebih dari 50an. Detailnya belum menghitung, tapi rata-rata segitu. Karena memang banyak sekali. Kemasannya pun beda-beda, sausnya juga beda-beda. Jadi harganya juga beda-beda,” bebernya yang membuka toko bareng suaminya itu, Jumat (29/5/2020).

Baca juga: Kontak, Minuman Legendaris dari Undaan Kudus

Selain itu, di tokonya juga ada beberapa varian yang mempunyai rasa serupa dengan rokok bermerek di pasaran. Tembakau tersebut didapat dari produsen racik asli Kudus.

“Di sini ada semua, mulai yang sudah kemasan dan ada banderol dari produsennya, sampai yang bisa kita timbang sendiri. Sedangkan untuk saus, ada yang sudah diracik, ada yang masih orisinal,” papar Anik.

Sambil memperlihatkan beberapa macam tembakau, perempuan berjilbab itu lantas menjelaskan perbedaan jenis-jenis tembakau yang dijual. Mulai dari tembakau mole adalah tembakau yang dipotong dengan teknis rajang. Sedangkan tembakau giling ialah tembakau yang dipotong dengan cara digiling sehingga lebih lembut.

“Untuk tembakau cangklong, merupakan tembakau yang secara bentuk di antara keduanya tersebut. Tidak terlalu lembut sekaligus tidak terlalu berserat. Namun agak basah,” jelasnya.

Yang spesial, di Ko-Mbako Ednik membebaskan pembeli untuk menjajal beberapa varian yang ada sebelum membelinya. Jadi, dia selalu menyediakan tester untuk dinikmati para pembeli.

“Nah, karena saya bukan perokok, jadi saya menyediakan tester di luar. Jadi para pembeli bisa mencoba beberapa varian tembakau sendiri sepuasnya,” kata Anik.

Baca juga: Pelanggan dari Puskesmas Hingga Rumah Sakit, Juice Taxi Terkenal Ramah Kantong

Setiap harinya, Anik bisa menjual sekitar 2 kilogram tembakau giling. Kemudian untuk yang banyak disukai itu jenis mole dengan varian whisky mint. Sedangkan untuk rekomendasi, Anik mengatakan jatuh pada tembakau Gayo dari Aceh.

“Alasannya karena masih original atau tanpa saus dan pasti sangat cocok bagi pecinta rokok,” tukas Anik.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER