DED Pasar Anyar Kudus Sudah Dibuat, Pembangunan Ditargetkan Mulai 2027

BETANEWS.ID, KUDUS – Rencana pembangunan Pasar Anyar Kudus masih menunggu kepastian pendanaan dari Kementerian Perdagangan. Meski demikian, Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kudus telah menyusun Detail Engineering Design (DED) sebagai salah satu tahapan persiapan pembangunan pasar tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disdag Kabupaten Kudus, Mohammad Fitriyanto, mengatakan bahwa rencana pembangunan Pasar Anyar saat ini masih dalam proses di tingkat kementerian. Pemerintah daerah belum dapat memastikan waktu pelaksanaan maupun besaran anggaran yang akan dialokasikan.

“DED sudah dibuat oleh kita sendiri. Namun, untuk keputusan akhir, apakah nanti perlu ada revisi DED atau tidak, kami masih menunggu informasi lebih lanjut dari kementerian,” ujarnya.

-Advertisement-

Fitriyanto berharap pembangunan Pasar Anyar dapat mulai direalisasikan pada 2027. Namun, target tersebut masih bergantung pada kepastian pendanaan dari pemerintah pusat.

“Kami belum bisa memastikan karena masih menunggu kepastian pendanaan dari kementerian. Harapannya, pada 2027 pembangunan sudah bisa dimulai,” katanya.

Ia menjelaskan, sejumlah persyaratan administrasi dan dokumen pendukung pembangunan juga masih dalam proses. Dokumen Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) disebut telah diurus, sedangkan dokumen lingkungan berupa analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) masih diproses.

Adapun pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) akan menyesuaikan dengan kepastian pelaksanaan pembangunan.

Selain menyiapkan aspek perencanaan, Disdag Kudus juga melakukan pendataan pedagang yang nantinya akan menempati Pasar Anyar. Berdasarkan pendataan awal, pasar tersebut direncanakan dapat menampung sekitar 1.300 pedagang.

Jumlah tersebut mencakup pedagang berbagai jenis komoditas, baik pedagang barang kering maupun basah. Namun, Disdag masih melakukan pendataan tambahan karena terdapat sejumlah pedagang yang belum tercatat dalam pendataan awal.

“Pendataan awal sekitar 1.300 pedagang. Dalam perkembangannya, ada usulan tambahan karena beberapa pedagang belum terdata. Ini masih kami proses,” jelasnya.

Menurut Fitriyanto, sosialisasi awal kepada para pedagang juga telah dilakukan. Secara prinsip, para pedagang yang terdampak telah menyepakati rencana pemindahan, dengan catatan mereka tetap mendapatkan tempat untuk berjualan di pasar tersebut.

“Yang terpenting, mereka tetap mendapatkan tempat di Pasar Anyar,” tegasnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER