BETANEWS.ID, KUDUS – Bakti Olahraga Djarum Foundation berkolaborasi dengan HYDROPLUS kembali menyelenggarakan liga sepak bola putri bertajuk HYDROPLUS Soccer League. Pada musim 2026/2027, persaingan menuju gelar juara semakin kompetitif dengan melibatkan 110 tim dalam dua kategori usia, yakni U-15 dan U-18. Liga ini akan diselenggarakan secara bertahap mulai pertengahan Oktober 2026 di lima kota, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Kudus, dan Surakarta.
Bergulirnya musim kedua ini tidak lepas dari keberhasilan penyelenggaraan musim perdana. Diikuti oleh 1.723 peserta, HYDROPLUS Soccer League tahun lalu berhasil mengantarkan 53 pesepak bola putri menggapai impian membela Timnas U-16 di ajang Srikandi Merdeka Cup. Bahkan, jebolan HYDROPLUS Soccer League yang tergabung dalam skuad Garuda Pertiwi sukses meraih posisi runner-up di turnamen yang melibatkan delapan tim dari tujuh negara Asia tersebut. Lebih jauh lagi, sebanyak 21 jebolan HYDROPLUS Soccer League tergabung dalam skuad Timnas Putri yang beranggotakan 23 pemain pada Kualifikasi AFC U-17 2027.
Group Brand Head HYDROPLUS, Yose Moriza, mengatakan bahwa penyelenggaraan kembali HYDROPLUS Soccer League merupakan bentuk komitmen untuk mendukung penguatan ekosistem sepak bola melalui kompetisi rutin dan terstruktur. Kompetisi ini diharapkan dapat mengasah kemampuan para pesepak bola putri muda Indonesia.
Baca juga : 570 Pelari Susuri Muria, BLDF Ubah Jarak Tempuh UTMM Jadi 11.603 Bibit Pohon
Hal tersebut selaras dengan moto HYDROPLUS, yaitu “Isotonik untuk Menang”, yang akan selalu mendukung pesepak bola putri Indonesia untuk berkembang dan memupuk kepercayaan diri sehingga dapat meraih prestasi tinggi pada masa mendatang.
“Kami percaya bahwa talenta besar lahir dari kesempatan yang besar pula. Melalui HYDROPLUS Soccer League musim kedua ini, kami ingin memberikan panggung bagi para pesepak bola putri muda untuk bertanding, berkembang, dan menunjukkan potensinya. Sehingga akan terbentuk ekosistem pembinaan yang bisa menjadi langkah awal menuju prestasi yang lebih besar bagi diri mereka dan sepak bola putri Indonesia,” tuturnya.
Selaras dengan hal tersebut, Program Director HYDROPLUS Soccer League, Teddy Tjahjono, mengatakan bahwa berlanjutnya HYDROPLUS Soccer League semakin memperkuat komitmen Bakti Olahraga Djarum Foundation dalam membangun ekosistem pembinaan sepak bola putri yang berkesinambungan. Dengan adanya pertandingan yang berlangsung secara rutin setiap pekan, kompetisi ini diharapkan menjadi ajang bagi pesepak bola putri untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menapaki jenjang karier menuju level profesional.
“Kehadiran HYDROPLUS Soccer League melengkapi piramida pembinaan sepak bola putri di Tanah Air yang digagas Djarum Foundation. Di lapisan paling dasar, kami memiliki MilkLife Soccer Challenge untuk U-8, KU-10, dan KU-12, lalu HYDROPLUS Soccer League di kategori usia U-15 dan U-18. Dua kompetisi ini dapat mengantarkan pesepak bola putri menapaki jenjang yang lebih tinggi seperti Indonesia Women’s League yang pada akhirnya akan membantu mereka menggapai mimpi menjadi punggawa Timnas Putri Indonesia. Dan di sisi lain, ini akan memperkokoh ekosistem sepak bola putri di Tanah Air,” ungkap Teddy.
Untuk mewujudkan hal tersebut, HYDROPLUS Soccer League musim ini menambah kota penyelenggaraan, yakni Surakarta, karena tingginya antusiasme peserta di wilayah Jawa Tengah.
“Sehingga kami membagi Jawa Tengah menjadi dua kota penyelenggaraan, di Kudus dan Surakarta. Hal ini juga bertujuan untuk menjangkau tim-tim yang bermarkas di area selatan Pulau Jawa seperti Yogyakarta,” jelasnya.
Selain itu, demi menciptakan iklim kompetisi yang lebih kompetitif dan profesional, HYDROPLUS Soccer League musim ini juga menerapkan sejumlah regulasi baru. Di antaranya adalah kesepakatan antara tim dan orang tua mengenai proses rekrutmen pemain serta manfaat yang diterima selama membela tim tersebut di HYDROPLUS Soccer League. Layaknya liga profesional, kompetisi ini juga menyediakan jendela transfer pemain pada awal dan pertengahan musim.
“Langkah ini kami susun agar jalannya kompetisi semakin profesional dan para pesepak bola putri juga mulai memiliki gambaran tentang bagaimana industri sepak bola yang sebenarnya. Jadi, kami berharap, tidak hanya piawai di lapangan hijau, tetapi mereka juga mulai memahami regulasi dan aturan-aturan dalam dunia sepak bola,” terangnya.
Bergulirnya HYDROPLUS Soccer League musim kedua mendapat apresiasi dari para pesepak bola putri. Salah satunya adalah Nafeeza Ayasha Nori. Mengikuti HYDROPLUS Soccer League sejak musim perdana, dara kelahiran 29 Maret 2011 ini kini mulai merintis impian membela Indonesia di panggung internasional. Ia tergabung dalam Timnas Putri pada Kualifikasi AFC U-17 2027 yang baru saja mengalahkan Bahrain dan Arab Saudi.
“Dengan adanya HYDROPLUS Soccer League, jelas aku bisa mendapat pengalaman bertanding dan belajar menghadapi persaingan yang ketat untuk mengembangkan kemampuan bermain. Dan yang terpenting menurutku, liga ini juga memiliki peran untuk perjalanan menuju tim nasional sekarang ini,” ucapnya.
Pada musim kedua, Nafeeza akan bergabung dengan Akademi Persib Bandung U-18. Ia berharap dapat menorehkan prestasi lebih tinggi dibandingkan musim perdana.
“Berkaca dari pengalaman musim lalu, aku jadi lebih termotivasi lagi untuk berkembang dan meningkatkan performa terbaik, karena di HYDROPLUS Soccer League saya juga belajar menghadapi lawan dari berbagai daerah,” tuturnya.
Berikut jadwal dan jumlah peserta HYDROPLUS Soccer League 2026/2027:
1. Regional Jakarta Mulai 10 Oktober 2026
- U-15: 18 tim
- U-18: 10 tim
2. Regional Bandung Mulai 17 Oktober 2026
- U-15: 17 tim
- U-18: 9 tim
3. Regional Surabaya Mulai 18 Oktober 2026
- U-15: 13 tim
- U-18: 6 tim
4. Regional Kudus Mulai 25 Oktober 2026
- U-15: 15 tim
- U-18: 9 tim
5. Regional Surakarta Mulai 25 Oktober 2026
– U-15: 13 tim
Editor: Kholistiono

