Melihat Pelaksanaan MBG Prasmanan di Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nahdlatul Ulama (NU) Matholi’ul Falah, Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, terlihat antre untuk mendapatkan Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (9/10/2026). Para siswa tampak antusias karena beberapa hari terakhir MBG disajikan secara prasmanan.

Menu yang disajikan hari ini terdiri atas nasi, tumis kol dan kacang, orek tempe, bakso, serta buah jeruk. Selain antusias mengambil menu MBG, para siswa juga terlihat bersemangat menyantapnya.

Satu di antara siswa, Saabiq Ahmad Faqih, mengaku sangat senang dengan MBG yang disajikan secara prasmanan. Menurutnya, ia bisa lebih leluasa mengambil nasi dan sayur sesuai kebutuhan.

-Advertisement-

“Lebih suka saja ketika disajikan prasmanan. Kalau nasinya kurang, bisa nambah,” ujarnya sembari tersenyum.

Kepala MI NU Matholi’ul Falah, Mohtar, menyampaikan apresiasinya terhadap penyajian MBG secara prasmanan. Menurutnya, metode tersebut memberikan dampak positif dan membuat para siswa lebih antusias menyantap makanan yang menjadi salah satu program andalan Presiden Prabowo Subianto.

“Penyajian MBG secara prasmanan ini sangat positif, ya. Sebab, anak-anak bisa mengambil nasi dan sayur sesuai porsi yang mereka inginkan,” ujar Mohtar di MI NU Matholi’ul Falah, Jumat (9/10/2026).

Dia menuturkan, jumlah siswa di MI NU Matholi’ul Falah mencapai sekitar 286 anak, mulai dari kelas satu hingga kelas enam. Seluruh siswa tersebut sudah mendapatkan MBG.

Baca juga : Sebulan, Mahasiswi UMKU Borong 3 Juara Nasional

“Tetapi, yang mendapatkan MBG dengan penyajian prasmanan hanya kelas enam, yang terdiri atas dua rombongan belajar (rombel) dengan jumlah siswa 45 anak. Sementara itu, siswa kelas satu sampai kelas lima mendapatkan MBG dengan penyajian seperti biasa,” bebernya.

Dia berharap penyajian MBG secara prasmanan di sekolah yang dipimpinnya bisa diperluas. Dengan demikian, layanan tersebut tidak hanya dinikmati siswa kelas enam, tetapi juga siswa kelas lainnya.

“Karena menurut saya positif, saya berharap penyajian prasmanan ini bisa diperluas supaya siswa makin antusias menyantap MBG. Tentu tetap memperhatikan kehigienisan dan nilai gizi pada menu yang disajikan,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Nusantara Aly Makmun yang menaungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Jepang, Iqbalul Haq, mengatakan pihaknya saat ini sedang melaksanakan proyek percontohan atau pilot project MBG prasmanan dari Badan Gizi Nasional (BGN). Proyek percontohan ini dilaksanakan sejak Senin (5/10/2026) dan akan berlangsung selama dua pekan.

“Untuk sekolah yang kita jadikan pilot project MBG prasmanan adalah dua kelas di MI NU Matholi’ul Falah. Kita pilih sekolah ini karena lokasinya masih satu desa dengan SPPG Desa Jepang,” ujar Iqbal.

Dia melanjutkan, ada dua kelas yang menjadi proyek percontohan MBG prasmanan, yakni kelas 6A dan 6B. Kedua kelas tersebut dipilih karena para siswanya dinilai sudah mampu memahami kandungan gizi makanan yang mereka konsumsi.

“Supaya mereka terbiasa dan memahami asupan gizi makanan. Sehingga, di mana pun mereka berada, baik di sekolah, rumah, maupun tempat lain, akan selalu memperhitungkan gizi makanan yang akan disantapnya. Tidak hanya sekadar kenyang, tetapi gizinya juga terpenuhi,” jelas Iqbal.

Terkait menu yang disajikan, dia menuturkan bahwa jenisnya sama dengan MBG yang selama ini berjalan. Namun, waktu memasaknya dibuat berbeda.

“Kalau MBG biasanya dimulai pukul 02.00 WIB. Untuk prasmanan, waktunya lebih lambat satu jam. Tujuannya agar ketika disajikan, menunya masih dalam keadaan hangat,” ungkapnya.

Berbeda dengan pelaksanaan MBG sebelumnya, menurut Iqbal, penyajian secara prasmanan membutuhkan tambahan petugas di lokasi. Petugas tersebut bertugas melayani siswa saat mengambil nasi beserta lauknya.

“Sementara ini, untuk pilot project MBG prasmanan, personel aman. Ketika nanti MBG prasmanan diperluas untuk semua sekolah, itu perlu kita skemakan ulang. Pada intinya, kami siap melaksanakan arahan dari BGN terkait pelaksanaan MBG,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER