Kisah Pilu Ngatini, Lansia di Kudus yang Tinggal di Gubuk Reot dan Kerap Menahan Lapar

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemandangan menyayat hati terlihat di sebuah pekarangan di RT 9 RW 1 Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Seorang perempuan lanjut usia (lansia) bernama Ngatini (80) tinggal di dalam sebuah gubuk reot.

Gubuk berukuran 2 meter x 3 meter tersebut hanya berdinding anyaman bambu dan beralaskan tanah liat. Beberapa bagian tampak sudah berlubang.

Di dalam gubuk tersebut terdapat ranjang seukuran badan. Beberapa pakaian tergantung dan perkakas juga menumpuk tak beraturan.

-Advertisement-

Di luar terlihat tumpukan botol bekas dan aneka sampah lainnya yang akan ditukar dengan uang untuk Ngatini menyambung hidup. Di gubuk tersebut juga tidak ada kamar mandi maupun dapur untuk memasak makanan.

Ngatini mengaku tinggal sendirian di dalam gubuk tersebut. Sebab, ia sudah tidak mempunyai suami dan anak. Lahan yang ditinggali bukanlah miliknya, tetapi milik orang lain.

“Saya di sini itu numpang. Tanah ini milik orang, sementara gubuk ini yang membuatkan juga orang lain,” ujar Ngatini saat ditemui, Kamis (10/10/2026).

Karena tidak ada kamar mandi, Ngatini selama ini mandi dan buang air besar maupun kecil dengan menumpang di rumah tetangga. Listriknya juga disalurkan dari rumah sebelah.

“Mandi dan buang air numpang di rumah itu,” ucapnya sembari menunjuk rumah tetangga yang dimaksud.

Baca juga : Dari Jeratan Rentenir ke Aplikasi DIGIT: BUMDes Sumowono Ubah Keresahan Pasar Menjadi Inovasi

Ngatini mengaku sudah lama tidak bekerja. Selama ini, ia hanya mengumpulkan botol bekas. Setelah beberapa hari terkumpul lumayan banyak, botol-botol tersebut baru dijual ke pengepul.

“Biasanya dapat uang Rp7 ribu sampai Rp10 ribu. Kemudian uangnya buat beli makan,” bebernya.

Terkadang, ketika tidak ada botol yang dijual, Ngatini berulang kali harus menahan lapar. Perutnya akan kembali terisi ketika ada orang atau tetangga yang memberikan makanan atau uang.

“Rasa lapar sudah biasa. Kalau ada makanan ya dimakan, jika tak ada yang ditahan saja. Sebab saya tidak berani hutang ke warung,” ucapnya.

Meski serba kekurangan dan penuh ketidaknyamanan tinggal di gubuk reot, Ngatini mengaku betah. Ia justru bersyukur ada orang baik yang mau memberikan tumpangan.

“Saya kerasan dan nyaman-nyaman saja. Meski reot begini, kalau hujan tidak bocor. Untuk nyamuk pasti ada, tapi gak masalah bagiku,” ungkapnya.

Terkait bantuan dari pemerintah, Ngatini menuturkan beberapa kali mendapat beras. Untuk bantuan uang dari pemerintah, ia mengaku tidak mendapatkannya.

“Tidak pernah dapat bantuan berupa uang. Kalau bantuan beras ada beberapa kali,” sebutnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER