BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara kembali mengalokasikan bantuan bagi para guru melalui program Kartu Guru Sejahtera (KGS) pada 2026.
Total anggaran yang disediakan tahun ini mencapai Rp21,168 miliar untuk 15.120 guru. Masing-masing guru menerima bantuan sebesar Rp1,4 juta per tahun.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, mengatakan KGS merupakan salah satu program unggulan Pemkab Jepara sebagai bentuk perhatian kepada para pendidik yang selama ini berperan membangun kualitas sumber daya manusia.
Ia menjelaskan, penerima bantuan berasal dari berbagai jenjang dan satuan pendidikan, mulai dari guru PAUD, TK, Kelompok Bermain (KB), Satuan PAUD Sejenis (SPS), RA, SD dan SMP swasta, guru TPQ, Madrasah Diniyah (Madin), pondok pesantren, sekolah minggu dan guru agama lainnya, tutor PKBM, hingga instruktur LKP.
Jumlah penerima manfaat tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, program tersebut menjangkau 10.827 guru dengan alokasi anggaran sebesar Rp19,488 miliar.
Tahun ini, sebanyak 15.120 guru dari berbagai jenjang pendidikan menerima KGS. Setiap guru memperoleh bantuan sosial sebesar Rp1,4 juta per orang.
“Alhamdulillah dibanding tahun 2025, penerima manfaat Kartu Guru Sejahtera bisa kita tambah. Ini bukti komitmen kami untuk terus memperkuat kesejahteraan para pendidik di Kabupaten Jepara,” ujarnya usai peluncuran Kartu Guru Sejahtera di Alun-Alun Jepara I, Jumat (31/7/2026).
Wiwit mengakui bantuan tersebut belum sepenuhnya mampu memenuhi seluruh kebutuhan para guru. Namun, ia berharap bantuan itu menjadi bukti bahwa pemerintah daerah hadir dan terus berupaya memberikan perhatian kepada para pendidik.
“Saya sadar bantuan ini belum menjawab seluruh kebutuhan guru. Namun saya berharap perhatian ini menjadi penyemangat bahwa kami hadir, mendengar, dan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan para pendidik,” ungkapnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh guru yang telah mengabdikan diri mendidik generasi muda Jepara agar tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, berbudaya, dan berlandaskan nilai-nilai agama.
Salah satu penerima manfaat, Harmanto (48), guru TPQ Darun Najah di Desa Bulungan, Kecamatan Pakisaji, bercerita telah 18 tahun mengabdikan diri sebagai guru mengaji bagi anak-anak di lingkungan tempat tinggalnya.
Bantuan KGS yang diterimanya rencananya akan digunakan untuk membantu biaya pendidikan anak-anaknya.
“Kartu Guru Sejahtera ini sangat bermanfaat. Bisa dimanfaatkan untuk membiayai anak sekolah sehingga keluarga kami bisa lebih sejahtera,” tuturnya.
Sementara itu, Choirul Nuha, guru Pondok Pesantren Miftahul Huda, Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, bercerita telah 21 tahun mengajar di pondok pesantren. Penghasilan yang diterimanya selama ini hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar.
“Bantuan ini sangat membantu. Guru madrasah memang hasilnya pas-pasan karena mengajarnya hanya setengah hari,” katanya.
Bantuan tersebut rencananya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk membantu dua anaknya yang masih menempuh pendidikan di pondok pesantren. Choirul berharap program tersebut tidak berhenti di tengah jalan.
“Semoga Kartu Guru Sejahtera terus berlanjut agar guru-guru, terutama guru diniyah, semakin sejahtera. Saya hanya bisa mendoakan semoga Pak Bupati amanah, sukses, panjang umur, dan penuh berkah,” ujarnya.
Editor: Kholistiono

