Perkuat Pendampingan Balita dalam Kasus Stunting, Endhah: “Kudus Harus Zero Stunting”

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus terus berupaya mengejar target zero stunting. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah memperkuat pendampingan tumbuh kembang anak secara berkelanjutan guna menekan angka stunting.

Pendampingan dan pemantauan tumbuh kembang anak terus dilakukan, seperti yang dilakukan Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris, saat mengunjungi dua balita yang terindikasi stunting di Desa Jati Wetan, Rabu (22/7/2026).

Endhah menyampaikan, angka stunting di Kota Kretek terus mengalami penurunan. Berdasarkan data Triwulan I 2026, jumlah anak yang mengalami stunting di Kudus tercatat sebanyak 1.954 anak atau sekitar 3,7 persen dari total anak. Jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun lalu yang mencapai 2.142 kasus atau 4,27 persen.

-Advertisement-

“Kasus stunting di Kudus sudah menurun banyak. Tapi kita tetap usahakan agar Kudus zero stunting,” ujarnya usai meninjau dua balita yang terindikasi stunting di Desa Jati Wetan.

Kegiatan pemantauan tersebut, kata dia, merupakan program yang terus berjalan. Menurutnya, keberhasilan menekan angka stunting sedikit demi sedikit merupakan hasil dari ketelatenan dalam program pendampingan yang dilakukan bekerja sama dengan berbagai pihak.

“Selama tiga bulan ini kita pantau terus perkembangan dari si anak, dan ini sudah ada hasilnya berkat ketelatenan yang diberikan pihak RS Mardi Rahayu, IBI (Ikatan Bidan Indonesia) dalam pendampingan yang dilakukan,” ungkapnya.

Adapun kegiatan pendampingan yang dilakukan meliputi pengukuran berat badan, lingkar kepala, dan lingkar lengan sebagai bagian penting untuk memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal.

Ia menuturkan, Kecamatan Dawe menjadi wilayah dengan jumlah kasus stunting terbanyak di Kabupaten Kudus. Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan angka stunting di wilayah tersebut cukup tinggi.

“Banyak faktor yang memengaruhi kasus stunting. Bukan soal makan, tetapi ada faktor lainnya yang menyebabkan anak itu stunting. Karena stunting itu bukan hanya sekadar kita kurang memberi makan, tapi sebetulnya kasus stunting bisa terjadi karena bawaan lahir,” tuturnya.

Pihaknya menegaskan, Kecamatan Dawe akan menjadi wilayah prioritas dalam pendampingan kasus stunting. Hal itu dilakukan agar angka stunting di wilayah tersebut dapat terus menurun.

“Tujuannya agar Kudus zero stunting. Maka dari itu kita perlu memprioritaskan Kecamatan Dawe dalam pendampingan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pendampingan stunting tidak hanya sebatas mengukur lingkar lengan, lingkar kepala, dan berat badan, tetapi juga memberikan rekomendasi variasi menu bergizi bagi anak.

“Tidak hanya ditimbang, tetapi kita juga kasih referensi variasi menu bagi anak. Ketika anak bosan makan dengan makanan itu-itu saja, harus diganti makanan lain tapi tetap mengedepankan asupan gizi. Seperti ini tadi, anak tidak mau minum susu, tapi susu dimasukkan ke dalam puding ternyata mau. Ini upaya kita agar gizi anak tetap tercukupi,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER