Tekanan Ekonomi Global Disebut Jadi Pemicu PT Samwon Terus Merugi hingga Tutup Pabrik di Jepara

BETANEWS.ID, JEPARA – PT Samwon Busana Indonesia Jepara yang berlokasi di Desa Damarjati, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, resmi menutup pabrik per 31 Agustus 2026.

HR Manager PT Samwon, Taufan Adi Susilo, mengatakan penutupan pabrik dilakukan karena setelah pandemi Covid-19, perusahaan terus mengalami kerugian akibat menurunnya jumlah pesanan dari sejumlah buyer.

Kondisi tersebut, menurut Taufan, mulai terasa dampaknya pada 2024. Jumlah pesanan berkurang antara 30 hingga 40 persen. Bahkan, terdapat buyer yang menghentikan pesanan ke perusahaan.

-Advertisement-

“Kenapa Samwon ini tutup, karena memang dari pasca-Covid-19 sampai sekarang, kita mengalami kerugian yang terus-menerus akibat order dari buyer terus turun,” kata Taufan saat ditemui di Kantor Diskopukmnakertrans Kabupaten Jepara, Selasa (21/7/2026).

Tidak berhenti di situ, Taufan melanjutkan, kebijakan tarif impor yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap produk Indonesia juga turut berpengaruh. Sebab, salah satu pasar utama produk garmen PT Samwon, seperti kemeja, adalah Amerika Serikat.

Sementara di dalam negeri, kondisi nilai tukar rupiah yang terus melemah juga turut memberikan dampak terhadap perusahaan.

“Faktornya lebih ke karena tekanan ekonomi global. Kalau kondisi di daerah (Jepara) sebenarnya tidak berpengaruh,” ungkapnya.

Akibat penutupan tersebut, sebanyak 680 karyawan PT Samwon mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Dari jumlah tersebut, Taufan menyebut 80 persen di antaranya merupakan karyawan asal Jepara.

Sebelum memutuskan menutup pabrik, Taufan mengatakan pihak perusahaan telah melakukan beberapa upaya. Di antaranya melakukan subsidi silang dengan PT Samwon yang berada di Kawasan Industri Candi (KIC), Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, untuk menutup kekurangan biaya operasional produksi.

Baca juga : Terus Merugi Selama Lima Tahun, PT Samwon Jepara Bakal Tutup Permanen per 1 Agustus

Selain itu, perusahaan juga telah melakukan lobi atau negosiasi dengan buyer agar kembali memberikan pesanan.

“Sebelum memutuskan tutup, beberapa upaya sudah kita lakukan. Cuma kembali lagi, karena order terus turun, akhirnya perusahaan mengambil kebijakan untuk menutup (pabrik yang di Jepara),” katanya.

Sementara itu, salah seorang karyawan PT Samwon yang enggan disebutkan namanya bercerita, isu mengenai adanya PHK sebenarnya sudah santer terdengar setelah Lebaran Idulfitri 2026. Saat itu, perusahaan lebih dulu melakukan efisiensi dengan mengurangi 120 karyawan.

Setelah efisiensi, proses produksi menurutnya masih berjalan normal. Bahkan, perusahaan masih sempat memberlakukan lembur.

“Awal bulan Juli, itu ada semacam sosialisasi katanya pabrik mau tutup. Saat itu ya kaget, nggak nyangka, ternyata isu mau tutup itu beneran terjadi,” ungkapnya saat ditemui di PT Samwon, Selasa (21/7/2026).

Surat penandatanganan PHK dari perusahaan, menurutnya, sudah dilakukan. Kini, ia bersama ratusan karyawan PT Samwon Jepara lainnya hanya menghabiskan sisa masa kerja hingga 31 Juli mendatang.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER