BETANEWS.ID, KUDUS – Kekeringan mulai melanda Desa Glagahwaru, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Sedikitnya 1.091 jiwa atau sekitar 375 kepala keluarga (KK) di RW 3 terdampak krisis air bersih setelah sumber air warga mulai mengering dalam dua pekan terakhir.
Kepala Desa Glagahwaru, Nurdi, mengatakan pemerintah desa telah menerima laporan dari warga terkait kesulitan memperoleh air bersih. Menindaklanjuti laporan tersebut, pihaknya langsung mengajukan permohonan bantuan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus.
Distribusi air bersih kemudian langsung dilakukan oleh BPBD Kabupaten Kudus pada Rabu (15/7/2026) sore.
“Alhamdulillah kami sudah mendapat bantuan satu tangki air bersih dari BPBD. Kami berharap bantuan ini bisa terus berlanjut agar kebutuhan air warga tetap tercukupi,” ujarnya.
Menurut Nurdi, kekeringan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Pada 2025, curah hujan masih cukup tinggi sehingga wilayah tersebut tidak mengalami krisis air bersih.
“Tahun kemarin aman karena curah hujannya masih tinggi. Tahun ini baru sekitar dua minggu terakhir warga mulai kesulitan air,” katanya.
Baca juga : TMMD Sengkuyung 2026 di Kudus Dimulai, Akses Dibangun untuk Dorong Ekonomi Warga
Pemerintah desa juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang agar distribusi bantuan air bersih dapat terus dilakukan.
Salah seorang warga RT 1 RW 3, Lailatus Sholeha, mengaku sumur di rumahnya mulai mengering sejak dua pekan terakhir. Kondisi itu membuat keluarganya harus menghemat penggunaan air.
“Untuk mandi masih pakai air yang tersisa di sumur, tetapi untuk mencuci kami menumpang ke rumah saudara yang masih punya air,” tuturnya saat ditemui di lokasi.
Sementara untuk kebutuhan memasak dan minum, keluarganya mengandalkan air isi ulang yang harus dibeli setiap hari dengan tambahan pengeluaran sekitar Rp5.000.
Ia berharap pemerintah terus menyalurkan bantuan air bersih selama musim kemarau agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
“Kami berharap ada bantuan air bersih lagi karena sekarang warga memang sangat membutuhkan,” imbuhnya.
Editor: Kholistiono

