Heboh Klaim Makam Arya Penangsang di Desa Jepang Kudus, Begini Kata Kades

BETANEWS.ID, KUDUS – Sebuah makam di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, diklaim sebagai tempat peristirahatan terakhir Arya Penangsang. Klaim tersebut mencuat setelah digelarnya prosesi buka luwur yang disebut sebagai haul tokoh yang dikenal sebagai murid Sunan Kudus.

Prosesi buka luwur perdana dilaksanakan pada Rabu (1/7/2026) malam atau bertepatan dengan 16 Suro dalam penanggalan Jawa. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan tersebut diikuti cukup banyak peziarah dari berbagai daerah.

Makam yang diklaim sebagai makam Arya Penangsang berada di pekarangan milik warga, sekitar 200 meter di sebelah utara Masjid Wali Desa Jepang. Lokasinya berupa makam tunggal yang telah dibangun secara permanen dan terawat, dengan panjang sekitar tiga meter.

-Advertisement-

Di area makam terpasang tulisan “Makam Pangeran Arya Penangsang, Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus”. Pada bagian bawahnya juga tercantum keterangan DPC Naqobah Ansab Aulia Tis’ah (NAAT) Kudus.

Saat dikonfirmasi, pengurus makam memilih tidak memberikan keterangan kepada awak media. Mereka mengaku telah diminta oleh Ketua DPC NAAT Kudus agar seluruh penjelasan terkait klaim makam disampaikan melalui organisasi tersebut.

Kepala Desa Jepang, Indarto, mengatakan pemerintah desa menghormati ikhtiar yang dilakukan NAAT Kudus dalam menelusuri sejarah makam tersebut. Menurutnya, upaya itu juga mendapat dukungan dari kepengurusan NAAT di tingkat provinsi hingga pusat.

Baca juga : Pemakaman di Pekarangan Rumah di Gribig Kudus Diprotes, Warga Minta Dipindah ke TPU

Indarto menyebut, saat prosesi buka luwur, pengurus NAAT Jawa Tengah menyatakan siap membuka hasil penelitian dan penelusuran yang menjadi dasar mereka meyakini makam tersebut merupakan makam Arya Penangsang. Sikap terbuka itu dinilai penting agar masyarakat maupun pihak yang masih meragukan klaim tersebut dapat berdiskusi berdasarkan data.

“Mereka terbuka kepada siapa pun yang ingin mempertanyakan atau mendiskusikan hasil penelusurannya. Kalau ada yang meragukan, mereka siap menyajikan data-data pendukung yang mereka yakini,” ujar Indarto di ruang kerjanya, Selasa (7/7/2026).

Menurut Indarto, mayoritas warga Desa Jepang tidak mempermasalahkan adanya klaim tersebut. Bahkan, masyarakat berharap apabila nantinya penelitian lebih lanjut membuktikan makam itu benar merupakan makam Arya Penangsang, keberadaannya dapat berkembang menjadi destinasi wisata ziarah yang memberi dampak ekonomi bagi warga.

Meski demikian, pemerintah desa mengingatkan agar seluruh persoalan yang berkaitan dengan penggunaan lahan diselesaikan sejak dini. Mengingat makam berada di atas tanah milik warga, Indarto meminta pengurus NAAT dan pemilik lahan bermusyawarah lebih awal agar tidak menimbulkan persoalan ketika lokasi tersebut semakin ramai dikunjungi peziarah.

“Mumpung masih awal, persoalan penggunaan lahan diselesaikan lebih dulu. Jangan sampai nanti setelah tempat ini ramai dan menjadi tujuan ziarah, justru muncul persoalan baru yang penyelesaiannya akan jauh lebih rumit,” imbaunya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER