Setelah 9 Tahun, Kudus Bakal Kembali Gelar Road Race, Rider Nasional Siap Tampil

BETANEWS.ID, KUDUS – Setelah sembilan tahun vakum, ajang balap motor resmi akhirnya kembali digelar di Kabupaten Kudus. Pengurus Kabupaten (Pengkab) Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kudus menyiapkan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Road Race Jawa Tengah yang akan berlangsung di kawasan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus pada 12–13 September 2026.

Kejuaraan tersebut diproyeksikan diikuti sedikitnya 120 pembalap dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Sejumlah rider nasional juga dikabarkan siap turun lintasan sehingga persaingan diprediksi berlangsung ketat.

Rencana penyelenggaraan itu dibahas dalam audiensi antara jajaran Pengkab IMI Kudus dengan Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, di Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (7/7/2026).

-Advertisement-

Ketua Pengkab IMI Kudus, Christian Rahardianto, mengatakan persiapan penyelenggaraan sebenarnya telah dimulai sejak awal tahun. Permohonan izin pelaksanaan telah diajukan pada Februari 2026 dan saat ini panitia tinggal menunggu persetujuan akhir sebelum memasuki tahap teknis.

Baca juga : Talenta Terbaik MLSC All-Stars 2026 Bakal Tampil di SingaCup, Berikut Daftar Lengkapnya

Menurut Christian, kejuaraan ini tidak hanya menghadirkan hiburan bagi pecinta otomotif, tetapi juga menjadi wadah pembinaan pembalap muda di Kudus. Kehadiran kompetisi resmi diharapkan mampu mengurangi aksi balap liar dengan menyediakan ruang yang aman bagi para pehobi balap untuk menyalurkan bakatnya.

“Sasaran utama kami adalah mengurangi balap liar. Kami ingin memberikan wadah prestasi bagi anak-anak muda yang memiliki hobi balap motor, baik road race maupun drag bike, sehingga mereka bisa menyalurkan bakatnya secara aman dan sesuai regulasi,” ujar Christian.

Ia menjelaskan, terakhir kali road race digelar di Kudus sekitar sembilan tahun lalu. Sejak saat itu, kegiatan serupa tidak lagi berlangsung karena Kabupaten Kudus belum memiliki sirkuit permanen.

“Sebagai alternatif, kami mengusulkan kawasan Alun-alun Simpang Tujuh sebagai lintasan sementara. Skema tersebut dinilai telah berhasil diterapkan di sejumlah kabupaten dan kota lain di Jawa Tengah yang juga belum memiliki sirkuit permanen,” bebernya.

Ia mengungkapkan, balapan dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu dan Minggu. Penutupan jalan dilakukan hanya saat perlombaan berlangsung dan arus lalu lintas akan kembali dibuka setelah balapan selesai setiap harinya.

Christian menambahkan, penyelenggaraan Kejurprov Road Race diperkirakan turut menggerakkan perekonomian daerah. Kehadiran pembalap, mekanik, ofisial, kru tim, hingga penonton dari berbagai daerah diyakini akan berdampak pada meningkatnya okupansi hotel, penjualan pelaku UMKM, serta kunjungan wisata ke Kabupaten Kudus.

“Kami yakin dampak ekonominya cukup besar. Hotel-hotel akan penuh, UMKM bergerak, sekaligus menjadi ajang memperkenalkan Kota Kudus yang kini memiliki banyak destinasi wisata,” katanya.

Kejuaraan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. IMI Jawa Tengah telah memberikan rekomendasi agar Kudus kembali masuk dalam kalender penyelenggaraan kejuaraan resmi tingkat provinsi.

“Sebanyak 12 kelas direncanakan dipertandingkan sesuai regulasi IMI, mulai kategori usia 6–8 tahun, 8–12 tahun, hingga 15 tahun ke atas. Selain kelas lokal, panitia juga membuka kelas open dengan motor 150 cc standar maupun 150 cc tune up,” jelasnya.

Panitia menargetkan sedikitnya 120 pembalap ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Berdasarkan informasi dari event organizer, minat peserta cukup tinggi, termasuk dari sejumlah rider nasional yang ingin kembali merasakan atmosfer balapan di Kudus.

“Antusiasme pembalap sangat tinggi. Informasi dari event organizer, banyak rider nasional yang ingin hadir di Kudus. Target kami minimal 120 peserta,” ungkap Christian.

Setiap kelas, lanjutnya, akan diikuti maksimal 24 pembalap dengan durasi lomba sekitar delapan hingga 12 putaran. Lintasan sepanjang kurang lebih 750 meter akan dimulai dari depan Pendapa Kabupaten Kudus, melintasi Jalan Ahmad Yani hingga kawasan Ramayana, berputar di sekitar Toko Mas Candi, kemudian kembali menuju garis finis di Alun-alun Simpang Tujuh.

Christian menyadari pelaksanaan balapan akan berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pusat kota. Karena itu, ia menyampaikan permohonan maaf sekaligus berharap masyarakat memberikan dukungan agar event dapat berlangsung lancar.

“Kami memohon maaf kepada masyarakat yang mungkin terdampak selama penyelenggaraan. Event ini hanya berlangsung satu kali dalam setahun dan kami berharap mendapat dukungan bersama. Harapan kami, anak-anak muda tidak lagi balapan liar karena sudah memiliki wadah yang aman untuk berkompetisi dan meraih prestasi,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menyambut positif rencana penyelenggaraan Kejurprov Road Race di Alun-alun Simpang Tujuh. Menurutnya, pemerintah daerah mendukung kegiatan yang mampu menjadi ruang pembinaan generasi muda sekaligus menekan praktik balap liar.

Namun demikian, Sam’ani mengingatkan agar seluruh persiapan dilakukan secara matang. Aspek keselamatan pembalap, keamanan penonton, serta rekayasa lalu lintas harus menjadi perhatian utama agar pelaksanaan kejuaraan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

“Silakan dipersiapkan dengan baik. Pemerintah Kabupaten Kudus mendukung kegiatan yang memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk berprestasi, namun aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Ia berharap kejuaraan tersebut tidak hanya melahirkan pembalap berprestasi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi dan pariwisata Kabupaten Kudus melalui meningkatnya kunjungan selama penyelenggaraan event.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER