BETANEWS.ID, KUDUS – Inovasi layanan buket bunga yang dipadukan dengan teknologi digital mengantarkan tim mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) meraih pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026. Melalui usaha bertajuk MAJIQ Florist, mereka lolos pada kategori Jasa, Pariwisata, dan Perdagangan tahap Bertumbuh.
Tim MAJIQ Florist diketuai Asrofi Andrian, mahasiswa Program Studi Manajemen semester enam. Anggotanya terdiri atas Martin Sofiana, Fera Febriyanti, Mohammad Ihsan dari Program Studi Manajemen, serta Aliya Aszava dari Program Studi Sistem Informasi.
Asrofi mengatakan, MAJIQ Florist lahir dari meningkatnya kebutuhan masyarakat akan hadiah yang lebih personal dan memiliki nilai emosional. Karena itu, tim menghadirkan layanan personal gifting yang tidak hanya menjual rangkaian bunga, tetapi juga menawarkan pengalaman yang lebih berkesan bagi penerimanya.
Salah satu inovasi yang menjadi pembeda adalah fitur Digital Emotional Experience. Melalui kartu ucapan yang dilengkapi QR Code, pelanggan dapat menyisipkan foto, video, rekaman suara, hingga pesan digital yang bisa diakses penerima hanya dengan memindai kode tersebut menggunakan telepon genggam.
“Dengan demikian, setiap hadiah tidak sekadar menjadi simbol apresiasi, tetapi juga media untuk mengabadikan kenangan dan mempererat hubungan emosional,” ujar Asrofi, Senin (6/7/2026).
Tak hanya mengandalkan teknologi digital, MAJIQ Florist juga mengangkat unsur budaya lokal dalam setiap produknya. Tim memanfaatkan kain batik sebagai elemen dekoratif pada buket, sementara limbah kain batik diolah menjadi produk kreatif seperti frame pop-up tiga dimensi dan berbagai aksesori dekorasi.
Menurut Asrofi, pendekatan tersebut menjadi bagian dari penerapan konsep ekonomi sirkular karena mampu memberikan nilai tambah pada limbah batik sekaligus ikut mengenalkan budaya Indonesia kepada konsumen.
Baca juga : Lewat Program Ajari, Guru PAUD Kudus Siap Ciptakan Generasi Pembelajar Kritis
Produk yang semula dipasarkan dengan nama MAJIQ Bouquet sejak 2024 itu kini berkembang menjadi MAJIQ Florist dengan pilihan produk yang lebih beragam, mulai dari buket bunga, flower box, standing flower, hingga berbagai produk gifting yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.
Produk-produk tersebut telah dipasarkan melalui berbagai platform digital dan melayani beragam kebutuhan, mulai dari wisuda, ulang tahun, pernikahan, hingga momen apresiasi lainnya.
Pendanaan P2MW 2026, lanjut Asrofi, menjadi dorongan bagi tim untuk memperkuat pengembangan usaha sekaligus meningkatkan kemampuan dalam membangun bisnis yang berkelanjutan.
“Program ini bukan hanya memberikan dukungan pendanaan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi kami untuk belajar menyusun strategi bisnis, memahami kebutuhan pasar, dan mengembangkan usaha secara lebih profesional. Kami berharap MAJIQ Florist dapat terus tumbuh menjadi brand gifting yang mampu memberikan pengalaman berkesan sekaligus bersaing di tingkat nasional,” katanya.
Dosen pendamping tim, Savitri Wanabuliandari, menilai capaian tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa UMK dalam mengembangkan ide kreatif menjadi usaha yang memiliki nilai ekonomi. Menurutnya, perpaduan inovasi digital, pemanfaatan budaya lokal, dan keberanian membaca kebutuhan pasar menjadi modal penting bagi mahasiswa untuk membangun bisnis yang mampu bersaing.
“Melalui pendanaan P2MW 2026, tim MAJIQ Florist berencana meningkatkan kapasitas produksi, menyempurnakan fitur digital, serta memperluas jangkauan pemasaran. Langkah itu diharapkan dapat memperkuat posisi MAJIQ Florist di industri gifting nasional sekaligus membuka peluang usaha yang lebih luas di masa mendatang,” ujarnya.
Editor: Kholistiono

