BETANEWS.ID, JEPARA – Harga jual telur ayam ras mengalami penurunan selama dua pekan terakhir. Salah satu faktor penyebabnya diperkirakan akibat liburnya operasional Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah.
Penurunan harga telur tersebut dikeluhkan para pelaku usaha peternakan ayam petelur di Kabupaten Jepara. Salah satunya Lilik Setyo Wibowo, peternak ayam petelur di Desa Mambak, Kecamatan Pakis Aji.
Lilik mengatakan, harga jual telur dari kandang peternak saat ini berada di kisaran Rp213 ribu per peti atau per 10 kilogram. Harga telur bahkan sempat anjlok hingga sekitar Rp193 ribu per peti pada Senin (29/6/2026).
“Sejak MBG libur, dampaknya ke peternak kecil memang besar, terutama terkait harga jual,” ungkap Lilik melalui sambungan telepon, Jumat (3/7/2026).
Saat Dapur MBG masih beroperasi, harga jual telur dari kandang peternak berada di kisaran Rp220 ribu hingga Rp250 ribu per peti. Menurutnya, harga tersebut sudah mampu menutupi biaya produksi atau mencapai titik impas usaha peternakan, yang berada di kisaran Rp235 ribu hingga Rp240 ribu per peti.
Saat ini, permintaan telur menurut Lilik masih relatif stabil. Meskipun Dapur MBG libur, pemasok masih mengambil stok telur, tetapi harga jual tidak mengalami kenaikan.
Anjloknya harga telur pada tahun ini, lanjut Lilik, belum pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
“Di tahun-tahun kemarin harganya nggak pernah seperti ini, nggak pernah segitu,” ujar Lilik.
Baca juga : MBG Libur, Harga Ayam dan Telur di Jepara Turun Drastis
Bagi peternak, kondisi tersebut cukup merugikan, terlebih di tengah kenaikan harga pakan. Salah satunya harga bungkil kedelai yang naik dari Rp7 ribu menjadi Rp9 ribu per kilogram. Bahan tersebut merupakan salah satu dari sekitar 20 jenis campuran pakan ayam.
Selain bungkil kedelai, peternak juga membutuhkan jagung dengan komposisi sekitar 50 persen dalam pakan. Harganya saat ini berkisar antara Rp6.000 hingga Rp6.400 per kilogram. Sementara itu, bahan pelengkap lainnya berupa bekatul dijual dengan harga Rp4 ribu hingga Rp5 ribu per kilogram.
“Harga telur kali ini merupakan harga terendah dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan di Jawa Timur sempat menyentuh Rp17.000 per kilogram. Di Jepara masih Rp19.300 per kilogram,” pungkasnya.
Editor: Kholistiono

