BETANEWS.ID, KUDUS – Petugas lapangan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Kudus menghadapi tantangan dalam menghimpun data masyarakat. Selain terkendala aplikasi, masih banyak warga yang enggan memberikan informasi karena mengira pendataan tersebut berkaitan dengan penarikan pajak.
Mitra Sensus Ekonomi Kecamatan Kaliwungu, Dandy Dwi Putra, mengatakan sosialisasi yang belum merata membuat sebagian masyarakat masih salah memahami tujuan Sensus Ekonomi.
“Tanggapannya bermacam-macam. Ada yang menerima dengan baik, ada juga yang menolak. Kami memberikan pemahaman bahwa sensus ini tidak berkaitan dengan pajak,” ujarnya.
Menurutnya, pertanyaan dalam sensus yang cukup rinci, mulai dari kepemilikan aset, lahan, kendaraan, omzet usaha, pendapatan, hingga pengeluaran usaha, membuat sebagian responden khawatir data tersebut akan memengaruhi kebijakan pemerintah atau besaran pajak yang harus dibayar.
“Banyak yang beranggapan ini untuk pajak karena pertanyaannya sangat detail. Mereka khawatir akan berdampak pada kebijakan ke depan,” katanya.
Dandy menilai informasi yang beredar di media sosial maupun cerita dari kerabat juga memengaruhi persepsi masyarakat terhadap Sensus Ekonomi. Meski demikian, hingga kini situasi di lapangan masih kondusif.
Baca juga : Sensus Ekonomi di Kudus Tersendat, Petugas Sulit Temui Warga
“Sejauh ini belum ada penolakan yang berujung pada pengusiran. Sekitar 60 persen responden menerima dengan baik, sedangkan 40 persen lainnya masih perlu kami edukasi dan yakinkan,” ungkapnya.
Selain menghadapi keraguan masyarakat, petugas juga masih menemui kendala teknis pada aplikasi pendataan. Tim terus mencari strategi yang paling efektif agar target pendataan dapat tercapai sebelum pelaksanaan Sensus Ekonomi berakhir pada 31 Agustus 2026.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus, Eko Suharto, mengimbau masyarakat untuk memberikan data secara jujur karena seluruh informasi yang disampaikan dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan pemerintah.
“Kami berharap masyarakat menerima petugas dengan baik dan memberikan informasi secara jujur. Data responden dijamin kerahasiaannya,” terangnya.
Editor: Kholistiono

