BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Jepara menyalurkan santunan kepada 827 anak yatim, piatu, dan yatim piatu dalam rangka menyambut 10 Muharram 1448 Hijriah.
Penyaluran bantuan dilaksanakan di tiga lokasi, yakni Pendopo R.A. Kartini Jepara, Kecamatan Batealit, dan Kecamatan Bangsri.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menyampaikan apresiasi kepada para muzakki serta BAZNAS Kabupaten Jepara yang secara konsisten menghadirkan berbagai program kemanusiaan.
Menurutnya, santunan kepada 827 anak tersebut menjadi bukti nyata hadirnya kepedulian masyarakat untuk menguatkan masa depan generasi penerus.
Dalam kesempatan itu, Wiwit menegaskan bahwa santunan bagi anak yatim akan menjadi agenda rutin Pemkab Jepara bersama BAZNAS sebanyak tiga kali dalam setahun, yakni pada 10 Muharram, bulan Ramadan, dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
“Kita sepakat kegiatan ini akan dilaksanakan tiga kali dalam setahun, yaitu saat 10 Muharram, bulan puasa, dan Maulid. Semoga kesejahteraan masyarakat tetap terjaga di Kabupaten Jepara,” katanya.
Menurutnya, jumlah anak yatim dan piatu di Kabupaten Jepara mencapai sekitar 2.000 anak. Karena itu, Pemkab Jepara berkomitmen agar seluruhnya dapat memperoleh perhatian dan bantuan.
“Di Jepara seluruhnya ada sekitar 2.000 anak yatim piatu. Semuanya harus kita urus bersama,” tegasnya.
Wiwit juga memberikan motivasi kepada para penerima santunan agar tidak pernah merasa sendiri. Ia mengajak anak-anak yatim untuk tetap semangat belajar, rajin beribadah, menghormati guru dan orang tua, serta terus bermimpi setinggi-tingginya.
Baca juga : Lewat Program Ajari, Guru PAUD Kudus Siap Ciptakan Generasi Pembelajar Kritis
“Keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih masa depan. Banyak orang hebat lahir dari perjuangan dan kesabaran yang luar biasa,” ujarnya.
Selain santunan, Witiarso memastikan Pemerintah Kabupaten Jepara juga membuka layanan khitan gratis bagi anak-anak yang membutuhkan.
“Kalau ada yang ingin khitan, silakan sampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Jepara agar bisa mendapatkan layanan sunat gratis,” ungkapnya.
Wiwit juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan bulan Muharram sebagai momentum memperkuat budaya gotong royong, berbagi, dan saling menguatkan. Ia berharap kegiatan santunan ini membawa keberkahan, mempererat persaudaraan, serta menjadi ikhtiar bersama dalam mengurangi beban masyarakat yang membutuhkan.
Editor: Kholistiono

