Peminat Membludak! 175 Calon Siswa Berebut 32 Kursi KKO SMPN 3 Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS — Antusiasme masyarakat untuk mendaftarkan anaknya ke Kelas Khusus Olahraga (KKO) SMP Negeri 3 Kudus terus meningkat. Pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, jumlah pendaftar KKO mencapai 175 siswa, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 142 pendaftar.

Kepala SMPN 3 Kudus, Sunaryo, mengatakan proses tes keterampilan umum dan keterampilan khusus telah selesai dilaksanakan. Tingginya jumlah peserta menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap program KKO yang bertujuan untuk pembinaan atlet yang dijalankan sekolah.

“Melihat antusiasme masyarakat yang semakin tinggi, saya yakin siswa yang diterima nantinya benar-benar anak-anak pilihan dan memiliki prestasi di bidang olahraga,” katanya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu (20/6/2026).

-Advertisement-

Menurutnya, pendaftar KKO tidak hanya berasal dari Kabupaten Kudus, tetapi juga ada yang datang dari luar daerah. Adapun cabang olahraga yang diikuti para calon siswa cukup beragam, mulai dari sepak bola, bola voli, renang, tenis meja, karate, pencak silat, panjat tebing, hingga atletik.

Tahun ini juga terdapat peningkatan minat pada beberapa cabang olahraga yang sebelumnya jumlah atletnya masih terbatas. Salah satunya atletik yang mulai banyak diminati peserta seleksi.

“Kami melihat ada beberapa cabang olahraga yang pesertanya bertambah. Atletik misalnya, tahun ini pesertanya lebih banyak dibandingkan sebelumnya,” katanya.

Baca juga : Antusiasme Tinggi, Pengajuan Verifikasi Akun SPMB SMP di Kudus Membludak

Sunaryo menjelaskan, KKO di SMPN 3 Kudus tidak memiliki kurikulum khusus yang berbeda dengan kelas reguler. Seluruh siswa tetap mengikuti kurikulum nasional dan jadwal pembelajaran yang sama dengan peserta didik lainnya.

Perbedaan utama terletak pada porsi latihan olahraga yang lebih banyak serta adanya dispensasi sekolah ketika siswa harus mengikuti latihan maupun kejuaraan.

“Jadwal pelajarannya sama dengan kelas reguler. Hanya saja siswa KKO mendapatkan porsi latihan yang lebih banyak. Kalau tidak begitu, waktu latihan mereka akan kurang,” jelasnya.

Ia mencontohkan, siswa cabang sepak bola rutin menjalani latihan di lapangan. Sementara atlet tenis meja dan cabang olahraga lainnya berlatih di fasilitas olahraga yang telah ditentukan sesuai cabang masing-masing.

Ia menjelaskan, tahapan SPMB KKO SMPN 3 Kudus saat ini sudah memasuki tahap penjurnalan. Dari sebanyak 175 pendaftar, telah diumumkan sebanyak 32 siswa yang diterima dalam rombongan belajar KKO SMPN 3 Kudus.

“Untuk nilai terbaik dalam SPMB KKO ini 361,47 poin dan nilai peringkat 32 atau peringkat terakhir 334,70 poin. Sedangkan untuk peringkat 33 sampai 175, berkas-berkas bisa diambil untuk mendaftar ke kelas reguler pada SPMB, bisa di sini, bisa juga di tempat lain,” ujarnya.

Program KKO SMPN 3 Kudus sendiri telah melahirkan sejumlah atlet berprestasi di tingkat nasional. Salah satu capaian terbaru adalah dua siswa yang berhasil meraih juara nasional pada ajang Gala Siswa Indonesia (GSI).

Selain itu, dua atlet sepak bola putri dari sekolah tersebut juga mendapat kesempatan mengikuti pemusatan latihan dan program pembinaan hingga ke Prancis. Prestasi lainnya datang dari cabang pencak silat dan renang yang berhasil meloloskan atlet ke ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Provinsi Jawa Tengah.

“Baru-baru ini dua anak menjadi juara nasional GSI. Kemudian ada atlet sepak bola putri yang mendapat kesempatan mengikuti latihan hingga ke Prancis. Dari pencak silat dan renang juga ada yang lolos ke tingkat provinsi,” ungkap Sunaryo.

Ia berharap keberadaan KKO terus menjadi wadah pembinaan atlet muda sekaligus mampu mengharumkan nama SMPN 3 Kudus melalui berbagai prestasi olahraga di tingkat regional maupun nasional.

“Harapan kami KKO tetap eksis dan terus membawa nama baik SMPN 3 Kudus melalui prestasi-prestasi yang diraih siswa,” tuturnya.

Editor: Kholistiono

BETANEWS.ID, KUDUS — Antusiasme masyarakat untuk mendaftarkan anaknya ke Kelas Khusus Olahraga (KKO) SMP Negeri 3 Kudus terus meningkat. Pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, jumlah pendaftar KKO mencapai 175 siswa, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 142 pendaftar.

Kepala SMPN 3 Kudus, Sunaryo, mengatakan proses tes keterampilan umum dan keterampilan khusus telah selesai dilaksanakan. Tingginya jumlah peserta menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap program KKO yang bertujuan untuk pembinaan atlet yang dijalankan sekolah.

“Melihat antusiasme masyarakat yang semakin tinggi, saya yakin siswa yang diterima nantinya benar-benar anak-anak pilihan dan memiliki prestasi di bidang olahraga,” katanya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu (20/6/2026).

Menurutnya, pendaftar KKO tidak hanya berasal dari Kabupaten Kudus, tetapi juga ada yang datang dari luar daerah. Adapun cabang olahraga yang diikuti para calon siswa cukup beragam, mulai dari sepak bola, bola voli, renang, tenis meja, karate, pencak silat, panjat tebing, hingga atletik.

Tahun ini juga terdapat peningkatan minat pada beberapa cabang olahraga yang sebelumnya jumlah atletnya masih terbatas. Salah satunya atletik yang mulai banyak diminati peserta seleksi.

“Kami melihat ada beberapa cabang olahraga yang pesertanya bertambah. Atletik misalnya, tahun ini pesertanya lebih banyak dibandingkan sebelumnya,” katanya.

Sunaryo menjelaskan, KKO di SMPN 3 Kudus tidak memiliki kurikulum khusus yang berbeda dengan kelas reguler. Seluruh siswa tetap mengikuti kurikulum nasional dan jadwal pembelajaran yang sama dengan peserta didik lainnya.

Perbedaan utama terletak pada porsi latihan olahraga yang lebih banyak serta adanya dispensasi sekolah ketika siswa harus mengikuti latihan maupun kejuaraan.

“Jadwal pelajarannya sama dengan kelas reguler. Hanya saja siswa KKO mendapatkan porsi latihan yang lebih banyak. Kalau tidak begitu, waktu latihan mereka akan kurang,” jelasnya.

Ia mencontohkan, siswa cabang sepak bola rutin menjalani latihan di lapangan. Sementara atlet tenis meja dan cabang olahraga lainnya berlatih di fasilitas olahraga yang telah ditentukan sesuai cabang masing-masing.

Ia menjelaskan, tahapan SPMB KKO SMPN 3 Kudus saat ini sudah memasuki tahap penjurnalan. Dari sebanyak 175 pendaftar, telah diumumkan sebanyak 32 siswa yang diterima dalam rombongan belajar KKO SMPN 3 Kudus.

“Untuk nilai terbaik dalam SPMB KKO ini 361,47 poin dan nilai peringkat 32 atau peringkat terakhir 334,70 poin. Sedangkan untuk peringkat 33 sampai 175, berkas-berkas bisa diambil untuk mendaftar ke kelas reguler pada SPMB, bisa di sini, bisa juga di tempat lain,” ujarnya.

Program KKO SMPN 3 Kudus sendiri telah melahirkan sejumlah atlet berprestasi di tingkat nasional. Salah satu capaian terbaru adalah dua siswa yang berhasil meraih juara nasional pada ajang Gala Siswa Indonesia (GSI).

Selain itu, dua atlet sepak bola putri dari sekolah tersebut juga mendapat kesempatan mengikuti pemusatan latihan dan program pembinaan hingga ke Prancis. Prestasi lainnya datang dari cabang pencak silat dan renang yang berhasil meloloskan atlet ke ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Provinsi Jawa Tengah.

“Baru-baru ini dua anak menjadi juara nasional GSI. Kemudian ada atlet sepak bola putri yang mendapat kesempatan mengikuti latihan hingga ke Prancis. Dari pencak silat dan renang juga ada yang lolos ke tingkat provinsi,” ungkap Sunaryo.

Ia berharap keberadaan KKO terus menjadi wadah pembinaan atlet muda sekaligus mampu mengharumkan nama SMPN 3 Kudus melalui berbagai prestasi olahraga di tingkat regional maupun nasional.

“Harapan kami KKO tetap eksis dan terus membawa nama baik SMPN 3 Kudus melalui prestasi-prestasi yang diraih siswa,” tuturnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER