Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Emak-Emak di Kudus Kaget: “Untung Gak Stroke”

BETANEWS.ID, KUDUS — Warga Kabupaten Kudus mengaku kaget dan mengeluhkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax. Pemerintah secara resmi menaikkan harga BBM RON 92 tersebut dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, Rabu (10/6/2026).

Antrean tampak mengular di jalur Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Rendeng, Kecamatan Kota, Kudus. Meski terjadi kenaikan harga, antrean kendaraan juga terlihat di jalur Pertamax, meski tidak terlalu panjang.

Kebanyakan pengendara yang mengisi BBM jenis Pertamax mengaku tidak mengetahui adanya kenaikan harga tersebut. Setelah mengisi bahan bakar dan melakukan pembayaran, mereka tampak kaget dan kecewa.

-Advertisement-

Salah satunya Eni (55), yang mengaku terkejut saat mengetahui harga Pertamax naik. Ia mengaku sebelumnya tidak mengetahui adanya kenaikan harga BBM nonsubsidi hingga lebih dari Rp4.000 per liter.

“Ya kaget lah, Mas. Saya tidak tahu kalau harga Pertamax naik. Tadi langsung ambil jalur Pertamax, tidak tahunya harganya naik cukup signifikan,” ujar Eni.

Eni menuturkan, sepeda motor matiknya memang selalu menggunakan Pertamax untuk menjaga performa dan keandalan mesin.

Baca juga : Apresiasi Lomba Keluarga ASIK, BLDF dan Pemkab Kudus Dorong Pengelolaan Sampah dari Tingkat Keluarga

“Setiap hari selalu beli Pertamax untuk motor saya ini. Sepulang berdagang, saya mampir ke SPBU dan membeli Pertamax Rp50 ribu,” bebernya.

Perempuan yang setiap hari hilir mudik dari rumahnya ke Pasar Baru untuk berjualan itu mengeluhkan kebijakan pemerintah yang dinilainya kurang berpihak kepada rakyat kecil. Menurutnya, kenaikan harga tersebut sangat memberatkan masyarakat.

“Harga naik kok bareng-bareng. Saat seperti ini kan banyak kebutuhan, seperti sumbangan, beli seragam anak masuk sekolah, dan kebutuhan lain. Untung tidak stroke,” tandasnya.

Keluhan serupa juga disampaikan pengendara lain, Nabila Rosa (22). Mahasiswi tersebut mengaku baru mengetahui harga Pertamax naik cukup signifikan setelah melakukan pembayaran.

“Saya malah baru tahu harga Pertamax naik ketika membayar setelah isi BBM. Harganya sekarang bagi saya terlalu mahal,” ujar warga Kelurahan Mlati Kidul, Kecamatan Kota, Kudus itu.

Menurutnya, kenaikan harga Pertamax sangat memberatkan. Ia pun berencana beralih ke BBM jenis Pertalite karena harganya masih lebih terjangkau, yakni Rp10.000 per liter.

“Selama ini saya selalu mengisi BBM kendaraan dengan Pertamax. Namun, dengan adanya kenaikan harga ini, kemungkinan saya akan beralih ke Pertalite karena selisih harganya cukup lumayan,” tandasnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER