Peminat SMP-SMA Sekolah Rakyat di Jepara Membludak, 274 Siswa Berebut 180 Kursi

BETANEWS.ID, JEPARA – Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) di Bumi Perkemahan (Buper) Pakis Adhi, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, saat ini sedang dikebut.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, dan Desa (Dinsospermasdes) Kabupaten Jepara, Moh Ali, menyebutkan pembangunan fisik gedung dan pengisian fasilitas ditargetkan selesai pada 20 Juni 2026 mendatang.

Moh Ali melanjutkan, dengan target tersebut SRT di Jepara diharapkan sudah bisa memulai kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru 2026/2027.

-Advertisement-

“Targetnya tahun ajaran baru nanti (SRT) sudah bisa dimulai. Pembangunan gedung ini sedang dikebut,” kata Moh Ali saat dihubungi Betanews.id beberapa waktu lalu.

Sebagai persiapan, Moh Ali mengatakan pihaknya melalui Tim Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) telah melakukan asesmen dengan mendatangi langsung kediaman calon siswa yang namanya masuk dalam basis data pemerintah pusat.

Calon siswa diprioritaskan berasal dari keluarga yang masuk dalam kelompok desil 1 dan 2. Dari hasil asesmen tersebut, Moh Ali mengungkapkan jumlah calon siswa untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) melebihi kuota yang telah ditetapkan.

“Proses rekrutmen ini sedang berjalan. Kami sudah melakukan asesmen, dan calon siswa SMP maupun SMA jumlahnya melebihi kuota,” kata Moh Ali.

Secara terpisah, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Fakir Miskin (PSFM) Dinsospermasdes Kabupaten Jepara, Tri Mulyo Mardi Santoso, mengatakan SRT nantinya akan menampung siswa dari jenjang SD hingga SMA.

Baca juga : Enam Bulan Dibangun, Pembangunan Sekolah Rakyat di Jepara Ditarget Rampung 20 Juni Mendatang

Kuota siswa untuk masing-masing jenjang sebanyak 90 siswa. Dengan demikian, jumlah siswa baru di SRT mencapai 270 siswa, ditambah 75 siswa dari Sekolah Rakyat Daerah (SRD) yang saat ini bertempat di Balai Latihan Kerja (BLK) Kecamatan Pecangaan.

“Dari kuota 90 siswa, untuk SMP berdasarkan data terakhir terdapat 167 anak yang berminat, sedangkan untuk SMA ada 107 siswa yang berminat,” sebut Tri.

Terkait membludaknya jumlah pendaftar, Tri mengatakan pihaknya akan menggelar rapat internal untuk menentukan langkah selanjutnya.

Namun, ia menyebut kemungkinan akan dilakukan sistem peringkat untuk menyeleksi calon siswa yang diterima.

“Terkait jumlah siswa yang melebihi kuota, Senin kami rapatkan terlebih dahulu secara internal. Karena untuk siswa SD jumlahnya juga masih kurang, sehingga perlu kami bahas lebih lanjut,” ujar Tri.

Jumlah calon siswa SD yang berminat mengikuti Sekolah Rakyat saat ini baru mencapai 51 siswa. Artinya, masih terdapat kekurangan sebanyak 39 siswa dari kuota yang tersedia. Tri mengatakan minimnya peminat jenjang SD dipengaruhi oleh faktor usia.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER