Momen Iduladha, Jasa Giling Daging di Pasar Bitingan Dipenuhi Pelanggan

BETANEWS.ID, KUDUS — Sejumlah tempat penggilingan daging di Pasar Bitingan terlihat ramai diserbu warga pada momen Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Salah satu yang ramai dipenuhi pelanggan adalah tempat penggilingan daging milik Sugiarto.

Pengelola Penggilingan Daging Pak Sugiarto, Peno, mengaku sejak Jumat (29/5/2026), tempatnya mulai diserbu masyarakat yang telah mendapatkan daging kurban untuk diolah menjadi gelondong atau bakso. Meski demikian, permintaan jasa penggilingan daging pada Iduladha tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kalau dibandingkan hari biasa tetap ada peningkatan. Tapi kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya, mengalami penurunan permintaan,” bebernya saat ditemui di lokasi, Sabtu (30/5/2026).

-Advertisement-

Menurut dia, penurunan permintaan penggilingan daging mencapai 30 persen. Salah satu penyebabnya adalah jumlah tempat penggilingan daging di Pasar Bitingan yang kini semakin banyak dibandingkan 10 tahun lalu.

“Untuk tempat penggilingan daging di sini (Pasar Bitingan) sudah banyak, tidak seperti dulu yang hanya ada tiga saja. Sekarang kalau 10 tempat penggilingan sepertinya ada,” ujarnya.

Selain itu, faktor lain yang memengaruhi adalah perbedaan rasa bakso yang dibuat dari daging kurban dengan bakso yang dijual di warung. Menurutnya, hal tersebut terjadi karena daging kurban umumnya sudah tidak segar saat digiling, sehingga cita rasanya berbeda.

Baca juga : Menara Kudus Sembelih 16 Kerbau, Daging Kurban Dibungkus Daun Jati

“Rasa tetap beda dibandingkan dengan yang ada di warung bakso. Soalnya kalau di warung bakso, daging dari pemotongan langsung dibuat bakso. Sedangkan kalau daging kurban ini, kebanyakan disimpan dulu di kulkas, baru beberapa hari kemudian digilingkan, jadi rasanya beda, kurang segar,” terangnya.

Ia menjelaskan, harga jasa penggilingan daging pada momentum Iduladha ini mengalami kenaikan dibandingkan hari biasa. Jika tarif normal sebesar Rp5 ribu per kilogram, saat ini naik menjadi Rp7 ribu per kilogram.

Salah satu warga, Arif, mengaku menggilingkan daging kurban yang diperolehnya untuk dijadikan bakso. Ia berencana membagikan hasil olahan tersebut kepada kerabat terdekat.

“Karena saya mau membagikan ke kerabat. Jadi lebih enak kalau digilingkan menjadi bakso terlebih dahulu. Apalagi tahun ini mendapat daging kurban lumayan banyak karena kebetulan ikut kurban, jadi kebagian agak banyak daging,” ujarnya.

Arif mengaku telah lama menjadi pelanggan di tempat penggilingan Pak Sugiarto. Bahkan, setiap tahun ia selalu menggilingkan daging kurban di tempat tersebut.

“Ini tadi saya membawa 4 kilogram daging sapi. Rencananya mau saya bagikan ke kerabat dan saudara,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER