Menara Kudus Sembelih 16 Kerbau, Daging Kurban Dibungkus Daun Jati

BETANEWS.ID, KUDUS – Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) kembali melaksanakan kurban pada perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Setidaknya ada belasan ekor kerbau dan puluhan kambing yang disembelih tahun ini.

Ketua Panitia Kurban, Muhammad Faqol Ahzab menyampaikan, secara rutin YM3SK setiap tahunnya melaksanakan kurban tepat pada tanggal 12 Dzulhijah. Menurutnya, hewan kurban yang disembelih tahun ini terdiri dari 16 ekor kerbau dan 37 ekor kambing.

“Kalau tahun lalu pelaksanaan kurban menyembelih 18 ekor kerbau dan 33 ekor kambing. Jadi dari sisi perbedaan ada penambahan jumlah kambing di tahun ini,” bebernya saat ditemui di lokasi, Jumat (29/5/2026).

-Advertisement-

Dalam pelaksanaan kurban kali ini, pihaknya melibatkan ratusan perewang untuk membantu mengiris daging kurban. Mereka berasal dari warga Desa Kauman dan sekitarnya.

“Untuk jumlah perewang tahun ini ada sebanyak 430 orang. Daging kurban setelah diiris oleh perewang nantinya akan langsung didistribusikan,” terangnya.

Baca juga : Empat Hewan Kurban di Kudus Lepas, Dua Dilumpuhkan Polisi

Ia menyebut, tahun ini pihaknya menargetkan mendistribusikan daging kurban sebanyak 12 ribu bungkus kepada masyarakat. Khususnya diberikan kepada mustahik atau penerima di sembilan kecamatan di Kabupaten Kudus.

“Daging ini dibagikan kepada penerima yang layak dan masuk kategori. Selain itu juga akan dibagikan kepada masyarakat di daerah yang tidak menyembelih hewan kurban,” jelasnya.

Dalam pendistribusian yang dilakukan, kata dia, pembagian dilaksanakan setelah salat Jumat. Adapun sasaran daging kurban tersebut menyasar sembilan kecamatan yang ada di Kudus.

Uniknya, daging kurban yang akan disalurkan kepada penerima dibungkus menggunakan daun jati. Hal tersebut dilakukan guna meminimalisasi daging cepat busuk.

“Supaya daging kurban lebih tahan lama dan tidak cepat busuk,” ujarnya.

Ia menambahkan, alasan tidak adanya hewan sapi yang disembelih di sekitar Menara Kudus merupakan tradisi turun-temurun dari ajaran Sunan Kudus. Konon, pada zaman dahulu Sunan Kudus telah mengajarkan toleransi beragama.

“Dulu di sekitar sini masih banyak yang menganut agama Hindu. Umat Hindu menganggap sapi sebagai hewan suci. Oleh sebab itu, kami melanjutkan tradisi tersebut dan hingga saat ini kami menyembelih kerbau,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER