BETANEWS.ID, KUDUS – Penghijauan di kawasan Perbukitan Patiayam, tepatnya di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, kini membuahkan hasil. Sejumlah buah yang ditanam berhasil dipanen dan menghasilkan cuan bagi masyarakat setempat. Bahkan, lahan yang ditanami pohon alpukat tersebut mampu menghasilkan panen hingga puluhan ton untuk dinikmati warga.
Diketahui, lahan yang kini berhasil dipanen itu sebelumnya dikenal sebagai kawasan gersang. Namun saat ini, area tersebut telah disulap menjadi hamparan hijau tanaman buah.
Kepala Desa Terban, Supeno, mengatakan bahwa sejak awal menjabat pada 2020 lalu, ia sudah bercita-cita menjadikan kawasan Patiayam kembali hijau. Menurutnya, kondisi perbukitan yang tandus dan gersang membuat dirinya tergerak untuk mengajak warga mulai menanam tanaman, terutama buah-buahan.
“Sejak awal menjabat saya sudah berkeinginan supaya Patiayam ini kembali hijau. Karena saya malu kalau tempat kelahiran saya sendiri tetap gundul,” bebernya.
Upaya penanaman yang dilakukan beberapa tahun terakhir kini mulai membuahkan hasil. Ia menyebut, sebagian hasil panen telah dibagikan kepada warga agar bisa menikmati hasil penanaman yang dilakukan bersama.
Ia mengaku, pemilihan tanaman tidak hanya tertuju pada pohon keras, tetapi juga pohon buah yang memiliki nilai ekonomi bagi petani. Dengan langkah itu, masyarakat diharapkan lebih bersemangat menjaga kelestarian kawasan perbukitan karena bisa memperoleh hasil secara langsung.
Baca juga : PT Djarum Bantu PMI Kudus Alat Canggih Pengolah Plasma Darah, Pertama di Eks-Karesidenan Pati
“Saya yakin, kalau masyarakat diberikan tanaman yang ada hasilnya, mereka akan ikut menjaga dan merawatnya dengan baik,” tuturnya.
Tak hanya tanaman alpukat, kata dia, lahan tersebut juga menerapkan konsep tumpang sari dengan tanaman kopi di bawahnya. Jika sebelumnya lahan hanya ditanami jagung, kini para petani mulai beralih ke tanaman kopi, jahe, laos, dan kencur.
“Jadi tidak hanya buah saja yang bisa menghasilkan cuan, tetapi tanaman di bawahnya juga berpotensi menambah penghasilan. Jadi kedua tanaman, baik buah maupun tanaman lain di bawahnya, semuanya memiliki nilai ekonomi,” terangnya.
Apalagi dengan adanya dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) dari pihak perusahaan swasta pada 2022 berupa bantuan penghijauan senilai Rp5 miliar, semakin memantapkan warga untuk terus menjaga kelestarian pohon di sekitarnya. Ia menuturkan, bantuan tersebut difokuskan untuk pengembangan tanaman buah di kawasan Patiayam.
“Target ke depannya hasil panen lebih besar lagi. Terlebih hasil dari tanaman ini bisa menjadi komoditas unggulan,” ujarnya.
Tak berhenti di situ, Pemerintah Desa Terban juga menyiapkan kawasan Patiayam sebagai sentra buah di wilayah Kecamatan Jekulo. Sebab, selama ini kawasan penghasil buah lebih dikenal berada di wilayah utara seperti Colo, Japan, dan Rahtawu.
Pihaknya berharap, Patiayam dapat menjadi kawasan agrowisata baru berbasis buah-buahan yang mampu menarik wisatawan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin mengubah citra Patiayam. Kalau selama ini sentra buah ada di utara Kudus, maka Patiayam juga harus bisa menjadi kawasan buah unggulan di wilayah timur,” jelasnya.
Editor: Kholistiono

