BETANEWS.ID, KUDUS — Manajemen Persiku Kudus bakal melepas kepemilikan saham prioritas pada musim kompetisi 2026/2027. Klub berjuluk Macan Muria itu rencananya akan dikelola secara lebih profesional melalui masuknya investor baru.
Direktur Utama PT Resmi, Abdul Fuad Amirul Adha membenarkan keputusan tersebut. Menurutnya, pelepasan saham mayoritas merupakan hasil rapat evaluasi pemilik saham setelah menilai performa Persiku Kudus selama musim 2025/2026.
Ia menyampaikan, dalam rapat tersebut disepakati sejumlah keputusan penting, salah satunya melepas kepemilikan saham mayoritas kepada investor.
“Dari hasil rapat evaluasi itu, kami diminta melepas saham mayoritas. Namun kami masih memiliki kepemilikan saham di bawah 30 persen,” bebernya.
Fuad menjelaskan, meski saham mayoritas akan dilepas, manajemen lama tetap mempertahankan sebagian kecil kepemilikan saham. Menurut dia, hal itu menjadi bentuk tanggung jawab bersama untuk tetap mendukung perkembangan Persiku Kudus ke depan.
Ia mengungkapkan, saham mayoritas tersebut saat ini telah ditawarkan kepada sejumlah investor di Jakarta. Namun, pihaknya belum bersedia membeberkan identitas calon investor yang berminat mengambil alih pengelolaan klub.
Meski demikian, Fuad memastikan calon investor yang masuk nantinya memiliki keseriusan dan profesionalisme dalam mengelola klub sepak bola.
Menurutnya, keputusan melepas saham mayoritas tidak lepas dari performa Persiku yang belum sesuai harapan selama dua musim tampil di Liga 2 atau Liga Pegadaian Championship.
Baca juga : Persiku Aman di Liga Pegadaian Championship, Manajemen Siapkan Bonus untuk Tim
“Pada musim pertama kami telah menargetkan tim Persiku bisa bersaing di papan atas. Namun hingga akhir, ternyata harus beradu nasib di babak play off degradasi,” ungkapnya.
Pada musim kedua, performa Persiku Kudus juga belum stabil. Tim Macan Muria sempat terpuruk di papan bawah klasemen dan berada dalam ancaman degradasi.
Beruntung, langkah cepat manajemen melakukan perombakan tim mampu menyelamatkan Persiku sehingga tetap bertahan di Liga 2 musim 2026/2027.
“Apalagi untuk antusias penonton dengan kedatangannya yang naik turun. Ketika tribun sepi penonton, maka manajemen harus membackup biaya operasional pertandingan,” terangnya.
Selain faktor performa tim dan operasional pertandingan, Fuad menyebut manajemen saat ini juga ingin lebih fokus pada bidang bisnis lainnya. Kondisi tersebut dinilai membuat pengelolaan klub tidak bisa dilakukan secara maksimal apabila tetap ditangani dengan fokus yang terbagi.
Meski akan melepas saham mayoritas, pemilik saham lama tetap berharap Persiku Kudus mampu bertahan di Liga 2, bahkan menargetkan promosi ke Liga 1 pada masa mendatang.
Editor: Kholistiono

