BETANEWS.ID, PATI – Suasana pedesaan masih terasa di sekitar Sanggar Kayun, Desa Kayen, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati. Sanggar yang berada satu lokasi dengan rumah penggagasnya itu nampak masih sepi, siang itu. Tak berapa lama, datang beberapa pemuda menggunakan sepeda motor yang akan membantu pembuatan madu mongso.
Dewi Yuni Lestari (45), salah seorang dari penggagas berdirinya Sanggar Kayun mengatakan, jika pembuatan madu mongso merupakan salah satu kegiatan yang biasanya dilakukan anak sanggar. Akan tetapi, sudah hampir 7 tahun ini makanan yang sudah ada sejak zaman Mataram Kuno itu diproduksi setiap menjelang Lebaran. Tidak hanya untuk dikonsumsi pribadi, Yuni mengatakan jika madu mongso miliknya juga dijual di beberapa pelanggan. Dari teman terdekat, tetangga, bahkan hingga Mancanegara.

Baca juga : Resep Turun Temurun yang Membuat Madu Mongso Mbah Uti Selalu Diburu Pembeli
“Awalnya dari keisengan saya yang memang nggak bisa berdiam diri. Dulunya sewaktu kuliah, punya temen daerah Ngawi. Waktu main ke sana, di rumahnya itu disuguhi madu mongso. Terus beberapa tahun setelah itu, saya inget. Dan saya mencoba. Awalnya memang cari resep di google, terus beberapa kali percobaan, sampai akhirnya saya bertemu lagi sama temen saya itu di facebook. Saya sempat tanya, resep dan cara ngolah dari keluarga dia. Terus akhirnya saya praktikkan,” papar Yuni, Rabu (13/5/2020).
Sambil mempersiapkan pengolahan, Yuni memaparkan resep yang didapatkan dari temannya itu. Awalnya, ketan yang mau difermentasi terlebih dahulu ditumbuk kasar. Setelah itu baru difermentasi selama 3 hari. Untuk resep dan langkah yang lain, dikatakan Yuni, hampir sama dengan pengolahan madu mongso di tempat lain. Sedangkan untuk rempah-rempah tambahan, sengaja ditambah kayu manis dan daun salam.
“Kalau untuk proses hampir sama. Paling ketannya itu yang dari info teman saya harus ditumbuk kasar dulu. Madu mongso buatan saya, awalnya saya share di Facebook, terus akhirnya beberapa temen mesen. Terus kok setiap menjelang Lebaran malah banyak yang mesen. Bahkan sampai teman-teman kami yang ada di luar negeri. Seperti Amerika,” kata dia.
Baca juga : Ani Bagikan Tips Pembuatan Madu Mongso Anti Gagal, Bisa Tahan 1 Tahun
Meskipun begitu, perempuan yang sebelumnya berprofesi sebagai tukang rias tersebut mengatakan, belum berani produksi masal. Hal tersebut disebabkan, karena dirinya belum berani mempercayakan pengolahan madu mongso kepada orang lain. Akhirnya berapa pun pesanan yang diterima, sebagaian besar proses pengolahan dipegang olehnya. Sedangkan untuk pengemasan, baru diperbolehkan untuk dibantu orang lain termasuk anak-anak sanggar.
Kendala lain ialah perihal pengiriman keluar negeri. Di mana, akhir-akhir ini cukup susah dan lama, sedangkan produknya bisa bertahan sekitar 1 bulan.
Editor : Kholistiono

