Seorang pria paruh baya tampak melayani pembeli di Jalan Pesarean, Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati. Ia terlihat sedang membuat kerak telor yang akan dibungkus oleh pembeli. Dia adalah Roso (50), warga Gunung Kidul, Yogyakarta yang berjualan kerak telur di Pati.
Ia menjelaskan, bahwa usaha kerak telor tersebut dimulai pada tahun 2010 yang dirintis oleh ibunya. Menurutnya, untuk mengawali berjualan kerak telor tidaklah mudah.
“Dulu ibu saya kan yang jualan, jualannya di Jakarta lalu nggak betah, terus akhirnya memutuskan untuk pulang kampung, lalu saya yang ngelanjutin. Waktu awalan saya belum jualan sendiri, dulunya ya diajak teman-teman di event-event daerah Jawa bagian barat, kayak di Cilacap, terus akhirnya sampai di sini. Di sini sudah sekitaran 3 tahunan,” ujar Roso.
Untuk menikmati kerak telor khas Betawi ini, pembeli bisa datang dari pukul 13.00 WIB hinga pukul 22.00 WIB. Satu porsi kerak telur khas Betawi ini ia jual dengan harga Rp25 ribu per porsi.
Baca juga: Soto Kerbau Bu Djatmi, Kuliner Legendaris Kudus Sejak 1980
“Dulu harganya Rp15 ribu sampai Rp20 ribu, sekarang Rp25 ribu standar, karena apa-apa sekarang sudah naik,” jelas Roso saat ditemui beberapa waktu lalu.
Menurutnya, rata-rata pembeli berasal dari kalangan remaja dan ibu-ibu. Saat berjualan pun pasti ada saja rintangannya, namun itu tak membuat beliau berputus asa.
“Dua hari kemarin bisa terjual 18 kerak telor. Penjualan ya tidak menentu lah, kadang ya ramai,” tambahnya.
Penulis: Liana Safitri, Mahasiswa PPL IAIN Kudus
Editor: Ahmad Rosyidi

