BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) bakal merenovasi gedung Puskesmas Jekulo tahun ini. Saat ini, proses pembangunan masih dalam tahap lelang yang dijadwalkan rampung akhir bulan ini.
Diketahui, proyek strategis daerah (PSD) tersebut dibiayai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2026 senilai Rp6 miliar.
Berdasarkan data lelang pada laman SPSE Inaproc, saat ini sedang berlangsung proses pemilihan jasa konstruksi dengan pagu anggaran Rp5,94 miliar. Dalam proses lelang tersebut diikuti puluhan perusahaan jasa konstruksi, di antaranya CV Kusuma Sinergika, CV Bangun Caka, CV Maju Jati Berkah, CV Disya Utama Karya, dan CV Mawar Merah.
Kepala DKK Kudus, dr. Abdul Hakam, melalui Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan, Amad Mochamad menyampaikan, tahapan pembangunan gedung saat ini masuk proses pemilihan penyedia jasa konstruksi atau lelang. Ia menargetkan pelaksanaan pembangunan bisa dimulai awal Juni.
“Sesuai jadwal, kami menargetkan proses pelelangan pembangunan fisik Puskesmas Jekulo selesai akhir Mei atau paling lambat awal Juni. Setelah proses lelang selesai, pembangunan bisa langsung dilaksanakan,” bebernya belum lama ini.
Baca juga : Sayembara Desain Batik Kudus Bakal Dibuka, Karya Terbaik Dijadikan Batik ASN
Ia menjelaskan, proses pembangunan atau rehabilitasi Gedung Puskesmas Jekulo menelan anggaran sebesar Rp6.029.000.000. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjamin mutu pelayanan kesehatan sekaligus memodernisasi standar kualitas puskesmas di wilayah Kecamatan Jekulo.
Selain rehabilitasi gedung, DKK Kudus juga sedang memproses pengadaan armada ambulans baru jenis Hiace senilai sekitar Rp1,6 miliar. Pengadaan satu unit ambulans dengan spesifikasi khusus tersebut dipersiapkan untuk memperkuat respons layanan gawat darurat di wilayah Kecamatan Jekulo dan sekitarnya.
“Untuk pengadaan ambulans juga masih dalam proses. Kehadiran armada ambulans jenis Hiace ini sangat krusial agar akses kesehatan masyarakat bisa meningkat signifikan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, tahun ini DKK Kudus menerima alokasi DBHCHT sebesar Rp63.426.747.850 guna meningkatkan fasilitas dan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Meski terdapat penyesuaian pagu anggaran secara keseluruhan di tingkat kabupaten, sektor kesehatan tetap mendapat porsi strategis.
Pihaknya menekankan, penggunaan dana cukai untuk sektor kesehatan tersebut merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas, kenyamanan, dan pelayanan kepada masyarakat. Dengan demikian, manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat secara luas.
“Dengan gedung yang direhabilitasi dan tambahan armada baru, kami ingin memastikan kualitas pelayanan kesehatan merata hingga tingkat kecamatan,” imbuhnya.
Editor: Kholistiono

