BETANEWS.ID, KUDUS – Olahraga push bike atau sepeda tanpa pedal kian diminati di Kabupaten Kudus. Tak hanya sekadar hobi, aktivitas ini dinilai dapat membantu tumbuh kembang anak sejak usia dini, mulai dari melatih keseimbangan hingga kemampuan motorik dan sensorik anak.
Salah satu pengurus komunitas push bike Kudus, Dian Widya (29) menjelaskan bahwa saat ini terdapat dua kategori dalam komunitas tersebut, yakni racing dan fun. Kategori racing diperuntukkan bagi anak yang telah siap secara fisik dan mental untuk mengikuti kompetisi, sementara kategori fun lebih kepada aktivitas bermain santai.
“Kalau racing itu untuk anak-anak yang memang disiapkan ikut lomba antarkota atau kabupaten. Sedangkan fun hanya bersenang-senang dan refreshing saja,” katanya di sela latihan anak yang digelar di depan Pendapa Kabupaten Kudus belum lama ini.
Menurutnya, olahraga yang bertujuan untuk mendukung tumbuh kembang anak tersebut dapat diikuti mulai usia 2 tahun hingga 7-8 tahun. Bahkan untuk kategori racing, anak usia dua tahun diperbolehkan ikut selama memiliki kesiapan mental dan mendapat dukungan dari orang tua.
Baca juga : Persiku Aman di Liga Pegadaian Championship, Manajemen Siapkan Bonus untuk Tim
Sejauh ini, anggota komunitas push bike Kudus telah menorehkan sejumlah prestasi di berbagai ajang luar daerah, seperti di Jepara, Yogyakarta, hingga sejumlah kota di Provinsi Jawa Timur. Beberapa di antaranya bahkan berhasil meraih podium utama di berbagai kategori usia.
“Alhamdulillah, anak-anak sudah beberapa kali juara. Tapi memang untuk kelasnya hanya di ajang antarkota maupun kabupaten,” jelasnya.
Komunitas push bike Kudus mulai terbentuk sejak awal 2025 lalu. Ia menuturkan, adanya komunitas tersebut bermula dari satu anak yang berlatih. Namun, karena olahraga itu menarik perhatian, kini semakin banyak orang tua yang tertarik bergabung.
Saat ini, jumlah anggota komunitas mencapai sekitar 40 hingga 45 rider dengan rentang usia kelahiran 2020 hingga 2024. Latihan rutin digelar tiga kali dalam seminggu, yakni setiap Selasa, Jumat, dan Sabtu di sejumlah lokasi, seperti kawasan Dishub, JHK, dan Pendapa Kudus.
Dian menambahkan, manfaat push bike tidak hanya pada aspek olahraga, tetapi juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak.
“Olahraga ini bisa melatih fokus, keseimbangan, motorik kasar dan halus, serta sensorik anak. Jadi sangat bagus untuk tumbuh kembang mereka,” jelasnya.
Bagi masyarakat yang ingin bergabung, komunitas ini terbuka untuk umum. Informasi latihan biasanya dibagikan melalui media sosial. Biaya yang dikenakan pun relatif terjangkau, yakni Rp15 ribu untuk anggota atau member dan Rp25 ribu bagi nonanggota per pertemuan.
Ia mengaku, biaya latihan tersebut digunakan untuk kebutuhan peralatan serta konsumsi anak setelah latihan.
Editor: Kholistiono

