60 Peserta Ikuti Pelatihan Juleha di Kudus, Persiapan Jelang Iduladha 2026

BETANEWS.ID, KUDUS – Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Kudus menggelar bimbingan teknis (bimtek) juru sembelih halal (Juleha). Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid At-Taqwa, Desa Gondosari, Kecamatan Gebog.

Dalam bimtek tersebut dihadirkan narasumber dari DPW Juleha Jawa Tengah, Eri Gunarto, yang memberikan materi terkait tata cara penyembelihan sesuai syariat dan standar kesejahteraan hewan.

Kepala Bidang Peternakan pada Dispertan Kudus, Arin Nikmah, menjelaskan bahwa pelatihan ini diikuti 60 peserta yang merupakan perwakilan takmir masjid se-Kabupaten Kudus. Program ini mendapat dukungan anggaran dari Dinas Peternakan Jawa Tengah serta kolaborasi dengan pihak swasta, PT Sukun Wartono Indonesia, dan takmir masjid.

-Advertisement-

“Peserta berasal dari takmir masjid. Harapannya, saat Iduladha nanti mereka dapat menjalankan penyembelihan hewan kurban secara profesional,” ujarnya.

Ia menyebutkan, pelatihan Juleha di Kudus tahun ini telah dilaksanakan dua kali. Sebelumnya, kegiatan serupa diikuti 187 peserta yang diselenggarakan oleh DPD (Dewan Pimpinan Daerah) Juleha, kemudian dilanjutkan pelatihan oleh provinsi dengan 60 peserta.

Baca juga : Kebutuhan Hewan Kurban di Kudus Diprediksi Meningkat Tahun Ini

Menurutnya, profesionalitas juru sembelih tidak hanya terkait aspek teknis, tetapi juga pemahaman syariat Islam dan kesejahteraan hewan. Selain itu, daging yang dihasilkan harus memenuhi prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).

“Tujuannya agar hewan kurban yang disembelih benar-benar menghasilkan daging yang halal dan layak dikonsumsi oleh masyarakat,” jelasnya.

Di sisi lain, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Veteriner pada Disnakkeswan Provinsi Jawa Tengah, Budy Astiantoro, menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari kesiapan menjelang Hari Raya Iduladha. Melalui kegiatan tersebut, pihaknya ingin agar para petugas pemotongan hewan memahami proses dengan baik.

“Petugas harus memahami mulai dari pemilihan hewan sehat, proses penyembelihan sesuai syariat, hingga distribusi daging yang aman dan halal,” katanya.

Ia menyebutkan, kegiatan bimtek dilakukan secara rutin setiap tahun untuk meningkatkan kapasitas petugas di lapangan. Selain pelatihan, pemerintah juga melakukan langkah antisipasi lain, seperti pengecekan kesehatan hewan di lapak penjualan serta pengawasan lalu lintas ternak antar daerah.

“Kami melakukan pengawasan di titik perbatasan Jawa Tengah, baik dari Jawa Barat, Jawa Timur, maupun DIY, karena mobilitas ternak cukup tinggi menjelang Iduladha,” jelasnya.

Terkait potensi penyakit, Budy mengungkapkan bahwa pihaknya terus melakukan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) sejak awal tahun. Selain itu, pengawasan terhadap penyakit antraks juga diperketat.

“Untuk tahun ini kondisi antraks aman, namun tetap kami lakukan pengawasan dan vaksinasi,” tandasnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER