BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara resmi meluncurkan Kartini Inkubator Bisnis, yaitu program pendampingan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jepara.
Program tersebut diikuti oleh 30 pelaku UMKM yang dibagi ke dalam enam kelompok. Mereka akan mendapatkan pendampingan intensif dari pakar dan pelaku bisnis selama tujuh bulan, yakni mulai Mei hingga November 2026.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, mengatakan melalui program tersebut ia ingin UMKM di Jepara bisa naik kelas dan omzet yang dihasilkan per bulan juga meningkat.
“Melalui program ini harapannya pelaku UMKM di Jepara bisa bergeliat, tidak cuma naik kelas, tetapi juga naik omzet,” katanya saat ditemui usai peresmian Kartini Inkubator Bisnis di Gedung Shima Jepara, Selasa (5/5/2026).
Wiwit berharap 30 pelaku UMKM yang menjadi peserta dapat melaporkan secara riil omzet yang diterima setiap bulan, baik sebelum maupun selama mengikuti pendampingan.
“Kendalanya apa juga disampaikan sehingga kami bisa menyusun program ke depan yang sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja (Diskopukmnakertrans) Kabupaten Jepara, Zamroni Lestiaza, menjelaskan pendampingan akan dilakukan secara paralel dengan melibatkan enam mentor dan enam pendamping tenant.
Para peserta akan dibekali materi terkait pengembangan produk, pendampingan kemasan (packaging), pemasaran digital, manajemen keuangan, hingga akses permodalan.
Selain itu, peserta juga diarahkan agar siap menembus pasar dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan kondisi usaha saat ini.
Zamroni menambahkan, program ini bersumber dari APBD 2026 dan menjadi langkah awal Pemkab Jepara dalam membangun ekosistem inkubator bisnis.
Proses seleksi dilakukan secara berlapis melalui rekrutmen terbuka. Dari 16 pendaftar mentor, terpilih enam orang. Sementara itu, dari 12 pendaftar pendamping, disaring menjadi enam orang.
Adapun calon peserta yang mendaftar mencapai 87 orang, dan setelah melalui proses kurasi, ditetapkan 30 pelaku usaha sebagai peserta inkubasi.
“Harapannya, para tenant bisa berkembang menjadi pelaku usaha yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing tinggi,” pungkas Zamroni.
Editor: Kholistiono

