BETANEWS.ID, KUDUS – Tingkat Gemar Membaca (TGM) dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) pada tahun 2026 mengalami penurunan. Bunda Literasi Jateng sekaligus Ketua TP PKK Jateng, Nawal Arafah Yasin, menargetkan peringkat daerahnya kembali masuk dua besar nasional.
Pihaknya menegaskan sangat mendukung kegiatan yang dilakukan oleh Bunda Literasi Kabupaten Kudus. Menurutnya, hal tersebut merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan literasi masyarakat, di antaranya dengan mendorong kunjungan ke perpustakaan.
“Perlu saya sampaikan di sini, untuk TGM dan IPLM kita (Provinsi Jateng) secara data menurun pada tahun ini. Untuk itu, saya akan berkoordinasi dengan banyak pihak untuk lebih menguatkan lagi bagaimana TGM dan IPLM ini bisa naik,” bebernya saat mengunjungi Gedung Perpustakaan Kudus, Jumat (1/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa saat ini peringkat TGM Provinsi Jawa Tengah berada di posisi ke-12 secara nasional. Mengingat sebelumnya pernah berada di posisi kedua, pihaknya menargetkan dapat mengembalikan capaian tersebut.
“Jadi dulu sempat di posisi kedua secara nasional. Sehingga kita ingin mengembalikan TGM kita ke posisi kedua secara nasional seperti sebelumnya,” terangnya.
Baca juga : Kunjungi Perpustakaan Kudus, Nawal Janjikan Bantuan Buku
Selain itu, kata dia, di Pulau Jawa, Provinsi Jateng menempati peringkat kedua terbawah setelah Banten dalam hal literasi. Oleh sebab itu, pihaknya tidak hanya akan mengembangkan literasi umum, tetapi juga memperhatikan kemampuan baca tulis Al-Qur’an yang juga berada di posisi bawah di Pulau Jawa.
“Harapannya semua literasi di Jateng ini akan kita kembangkan. Tidak hanya secara umum, tetapi ada juga yang perlu kita perhatikan yakni baca tulis Al-Qur’an yang saat ini juga peringkat kedua terbawah setelah Banten,” jelasnya.
Penurunan angka TGM dan IPLM Jateng tahun ini disebabkan lemahnya koordinasi serta belum masifnya pergerakan peningkatan literasi. Ke depan, pihaknya akan mengoptimalkan upaya tersebut, salah satunya dengan meningkatkan kunjungan ke perpustakaan sebagai salah satu indikator.
“Jadi kita harus tingkatkan juga, seperti mengadakan event-event supaya kunjungan ke perpustakaan lebih banyak lagi. Kami juga akan menguatkan koordinasi bersama OPD-OPD dengan budaya-budaya literasi di Jawa Tengah,” sebutnya.
Tak hanya itu, faktor lain yang menyebabkan angka IPLM Provinsi Jateng menurun adalah pengisian angket yang seharusnya dilakukan di sekolah-sekolah sempat tidak terlaksana.
Meski begitu, Nawal mengungkapkan bahwa saat ini perpustakaan desa dan desa-desa literasi mulai bermunculan. Hal tersebut menjadi kabar baik untuk mendorong peningkatan literasi masyarakat.
“Seperti di Batang mulai muncul desa literasi. Kemudian sebagai juara satu nasional desa literasi dengan perpustakaan desanya yaitu di Desa Salam, Kabupaten Magelang. Maka dari itu saya berkomitmen untuk bersama-sama bisa meningkatkan lagi,” ungkapnya.
Pihaknya menyadari bahwa peningkatan literasi masyarakat di Provinsi Jawa Tengah tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Oleh karena itu, diperlukan keterlibatan seluruh komponen, termasuk Dinas Pendidikan. Terlebih, dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar rapat kerja (rakor) untuk memastikan semua pihak turut serta menyukseskan program literasi.
Editor: Kholistiono

