BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan buruh yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Cabang Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPC KSPSI) Kabupaten Kudus rencananya akan memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 dengan aksi bersih-bersih lingkungan di kawasan Balai Jagong.
Dalam agenda tersebut, para pekerja juga akan menyampaikan aspirasi terkait regulasi pembatasan layer baru pada industri rokok, khususnya sigaret kretek mesin (SKM). Mengingat saat ini rencana penambahan layer golongan tersebut masih dalam tahap kajian dan pendalaman teknis oleh Kementerian Keuangan.
Penolakan itu dinilai dapat mengancam keberlangsungan industri legal, memicu persaingan tidak sehat, serta berpotensi menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal bagi puluhan ribu buruh linting. Kebijakan ini juga dinilai memberi karpet merah bagi rokok murah atau ilegal.
Sekretaris DPC KSPSI Kabupaten Kudus, Moh Makmun, menyampaikan bahwa pihaknya secara tegas menolak rencana penambahan layer golongan yang dinilai berdampak luas bagi pekerja, khususnya buruh rokok. Menurutnya, kebijakan tersebut dapat mematikan usaha rokok kretek atau sigaret kretek tangan (SKT).
“Kalau saya dengar, itu akan memberikan ruang kepada rokok ilegal. Sehingga akan berdampak pada SKT dan bisa mematikan rokok kretek yang sudah ada. Akhirnya dampaknya dirasakan oleh para pekerja di sektor rokok,” jelasnya saat ditemui di Kantor DPC KSPSI Kabupaten Kudus, Selasa (28/4/2026).
Baca juga : Valerie Soroti Kasus Pemerasan PKL, Dorong Penegakan Perda yang Humanis di Kudus
Pihaknya meminta agar rencana tersebut dapat dikaji ulang dan, jika memungkinkan, ditiadakan. Selain itu, pembatasan kadar tar dan nikotin pada rokok dinilai akan mengurangi kenikmatan merokok.
“Karena tar dan nikotin ini adalah kenikmatan ketika kita menghisap rokok itu sendiri. Kalau ini dibatasi, sama saja akan mengurangi nikmat rokok itu sendiri,” terangnya.
Terkait rencana aksi bersih-bersih di kawasan Balai Jagong, ia menyebut persiapan telah mencapai 80 persen. Berbeda dengan aksi di sejumlah kota besar yang diwarnai demonstrasi, buruh Kudus memilih mengisi peringatan tersebut dengan kegiatan sosial.
“Kami tidak mengadakan demo seperti di kota-kota lain. Justru kami memilih kegiatan bersih-bersih sesuai dengan tagline ‘Kudus Sehat’ dalam peringatan May Day kali ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, sekitar 500 peserta akan terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari pengurus dan anggota Pimpinan Unit Kerja (PUK) KSPSI di berbagai perusahaan yang tersebar di Kabupaten Kudus. Saat ini terdapat sekitar 49 PUK KSPSI di tingkat perusahaan di Kudus.
Selain itu, kegiatan tersebut juga akan melibatkan unsur kepolisian serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Kepolisian rencananya akan menurunkan sekitar 100 personel.
Editor: Kholistiono

