BETANEWS.ID, JEPARA – Sebagai upaya untuk mengatasi kecamatan di jalur kawasan industri, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara sedang mengusulkan bus khusus untuk karyawan.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengatakan, ia sudah berkomunikasi dengan pihak Damri untuk merealisasikan hal tersebut.
Dalam pelaksanaannya nanti, Wiwit mengatakan, armada yang disiapkan akan mengutamakan kenyamanan dan kelengkapan fasilitas, dengan penentuan tarif serta titik penjemputan yang sedang dikaji.
“Kita sudah komunikasi dengan Damri. Dan mereka siap berapapun bus yang dibutuhkan. Ini kalau sudah jalan bisa mengurangi kemacetan di jalur-jalur kawasan industri di Jepara,” katanya pada Rabu, (15/4/2026).
Baca juga : Khawatir Ganggu Kinerja OPD, Pemkab Jepara Masih Kaji Penempatan PPPK di KDKMP
Selain program bus karyawan, Wiwit melanjutkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara juga sedang mengupayakan realisasi pembentukan daycare atau tempat penitipan anak bagi karyawan pabrik.
Terdapat enam perusahaan yang akan digandeng dan menjadi pilot project untuk merealisasikan program tersebut. Yaitu PT SAMI-JF, PT Parkland World Indonesia, PT Hwaseung Indonesia, PT Formosa Bag Indonesia, PT Kanindo Makmur Jaya, dan PT Jiale Indonesia Textile.
“Program ini bukan sekadar tempat penitipan anak, tetapi bentuk nyata kepedulian terhadap masa depan generasi penerus,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu perwakilan serikat buruh di Jepara, Murdianto mengaku senang dengan adanya dua program tersebut.
Namun ia berharap ada keseimbangan tenaga kerja, khususnya penambahan pekerja laki-laki, agar anak-anak tetap mendapatkan perhatian optimal dari ibu di rumah.
Kemudian terkait program bus karyawan ia mengusulkan ada jalur alternatif untuk armada penjemputan sehingga bisa mengurai kemacetan. Salah satunya melalui pengembangan jalur lingkar Mayong.
“Sepanjang bermanfaat untuk pekerja kita dukung progam Bupati Jepara,” tandasnya.
Editor : Kholistiono

