BETANEWS.ID, JEPARA– Sebagai bagian dari Perayaan Hari Jadi Kabupaten Jepara ke-477 sekaligus silaturahmi perayaan Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara akan menggelar arak-arakan ogoh-ogoh.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jepara, Agung Bagus Kade Kusimantara yang menjadi penasehat pelaksanaan kegiatan tersebut mengatakan sebanyak 800 umat Hindu dari Kabupaten Pati, Rembang, Kudus, dan Jepara akan hadir dalam kegiatan tersebut.
Kehadiran ogoh-ogoh dimaksudkan sebagai bentuk edukasi budaya kepada masyarakat. Sebab arak-arakan tersebut menjadi yang pertama digelar di Jepara.
“Ini baru pertama kali kami coba di Jepara. Ke depan, kami berharap setiap kabupaten di wilayah Pati Raya bisa menampilkan ogoh-ogoh dalam perayaan seperti ini,” kata Agung pada Jumat, (10/4/2026).
Menurut Agung Ogoh-ogoh tersebut didatangkan langsung dari Provinsi Bali. Replika ogoh-ogoh dengan tinggi sekitar 2,5 meter nantinya akan digotong sekitar 20 warga dari Desa Plajan, Kecamatan Pakisaji.
Baca juga : Peringati Hari Jadi ke-477, Wiwit Ajak Seluruh Elemen Sinergi Bangun JeparaÂ
Arak-arakan tersebut juga akan menampilkan penjor dan gamelan khas Bali yaitu Baleganjur. Ogoh-ogoh tersebut nantinya akan diarak keliling kawasan Pendapa Jepara.
“Kegiatan nanti diawali dengan sarasehan dulu, panitia nanti akan menghadirkan narasumber dari Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI). Baru setelahnya dilanjut dengan arak-arakan ogoh-ogoh,” jelasnya.
Selain sebagai upaya mengenalkan budaya ogoh-ogoh, Agung berharap kegiatan tersebut bisa memperkuat silaturahmi antar umat Hindhu di daerah Pati Raya. Sekaligus memperkuat toleransi antar umat beragama di Kabupaten Jepara.
“Tujuan kami bagaimana mempererat antarumat Hindu, khususnya di Pati Raya. Ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga kerukunan antarumat beragama di Jepara,” pungkasnya.
Editor: Kholistiono

