BETANEWS.ID, KUDUS – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SLB Negeri Cendono, Kabupaten Kudus, berlangsung lancar meskipun diikuti oleh siswa dengan keterbatasan. Pada hari kedua pelaksanaan, Selasa (7/4/2026), dua siswa jenjang SMPLB, Utomo dan Fatah Wiradinata, mengikuti ujian mata pelajaran matematika yang dimulai pukul 07.15 hingga 09.00 WIB.
Kepala SLBN Cendono Kudus, Kuntjoro Hadi Wicaksono mengatakan, secara teknis pelaksanaan ujian berbasis komputer tidak mengalami kendala. Baik jaringan internet maupun pasokan listrik dalam kondisi stabil selama ujian berlangsung.
“Secara teknis aman, tidak ada gangguan. Siswa juga bisa mengikuti tahapan ujian, mulai dari login sampai menyelesaikan soal,” katanya.
Namun demikian, tantangan muncul dari sisi akademik, khususnya dalam pemahaman soal. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Oktavianus Andri menjelaskan, bahwa karakteristik siswa tunagrahita menjadi faktor utama kesulitan dalam mengerjakan soal.
Menurutnya, soal TKA yang digunakan masih mengacu pada standar siswa reguler, sehingga cukup sulit dipahami oleh siswa SLB yang memiliki keterbatasan dalam kosa kata.
“Yang diukur memang kemampuan akademik, tapi siswa kami memiliki keterbatasan dalam memahami bahasa. Ketika soal disajikan dengan model yang sama seperti siswa reguler, tentu mereka kesulitan mencerna,” jelasnya.
Ia menambahkan, bentuk soal cerita dengan kalimat panjang menjadi kendala utama. Siswa cenderung kesulitan menangkap inti pertanyaan ketika harus membaca teks yang terlalu kompleks.
“Seharusnya soal dibuat lebih sederhana, kalimatnya singkat dan langsung ke inti. Kalau terlalu panjang, mereka kesulitan memahami maksudnya,” tambahnya.
Selain isi soal, tampilan dalam sistem ujian juga dinilai perlu penyesuaian. Idealnya, satu soal ditampilkan dalam satu layar agar lebih mudah dipahami oleh siswa.
“Kalau dalam satu layar ada beberapa soal, siswa jadi bingung karena belum terbiasa dengan format seperti itu,” katanya.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, semangat siswa tetap tinggi. Pihak sekolah juga memberikan pendampingan selama ujian berlangsung, terutama untuk membantu siswa memahami instruksi pengerjaan tanpa mengarahkan jawaban.
“Pendampingan sangat diperlukan. Kalau dilepas sepenuhnya, mereka akan mengalami banyak kendala. Dengan pendampingan, mereka tetap bisa mengikuti ujian,” imbuhnya.
Saat ini, SLBN Cendono Kudus memiliki 146 siswa dari jenjang SD hingga SMA. Dari jumlah tersebut, 65 siswa berada di tingkat SMP dan SMA. Khusus kelas IX, hanya dua dari total 10 siswa yang mengikuti TKA, menyesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing.
Hasil TKA nantinya akan digunakan sebagai bagian dari pemetaan capaian belajar siswa secara nasional, sekaligus menjadi salah satu pertimbangan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Editor : Kholistiono

