BETANEWS.ID, KUDUS – Ribuan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Kudus ikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang berlangsung mulai Senin-Kamis (6-9/4/2026) secara bergelombang. Tes tersebut dilakukan perdana, untuk mengetahui anak didik dalam mengekplore kemampuan akademiknya.
Sebagai informasi, pelaksanaan tes tersebut digagas oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan harapan hasil diperoleh bisa maksimal. Hasil tes tersebut nantinya juga bisa untuk mendaftar sekolah ke jenjang yang lebih tinggi khusus jalur prestasi.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho menyampaikan, bahwa TKA jenjang SMP diikuti oleh 7.795 pelajar dari 54 sekolah di Kabupaten Kudus. Menurutnya, di hari pertama pelaksanaan tes berjalan dengan lancar.
“Seluruh SMP di Kudus mengikuti semua. Ada 27 SMP negeri dan 27 SMP swasta,” katanya.
Ia menambahkan, bahwa persiapan pelaksanaan telah dilakukan dengan matang, baik jaringan, hingga soal yang akan diujikan. Adapun mata pelajaran yang diujikan dalam tes adalah Bahasa Indonesia, Matematika, serta materi terkait survei karakter dan lingkungan belajar untuk asesmen nasional.
Baca juga : Rehab 47 Sekolah di Kudus Segera Berjalan, Anggaran Rp13 Miliar Disiapkan
Salah satu sekolah yang mengikuti tes tersebut adalah SMP 1 Jati. Menurut Kepala SMP 1 Jati, Sumaryatun menyebut, tidak ada kendala dalam pelaksanaan TKA di sekolahnya sejauh ini. Semua siswa yang berjumlah 268 peserta dilaporkan mengikuti TKA, tanpa terkecuali.
“Alhamdulillah berjalan dengan lancar. Kami bekerjasama dengan PLN untuk mengamankan kelistrikan. Terlebih, anak-anak juga sudah kami persiapkan dengan tambahan jam pelajaran khusus mapel Bahasa Indonesia dan Matematika,” terangnya.
Meski dalam pelaksanaan tes tidak diwajibkan ikut, Sumaryatun menyebut, bahwa tes itu sangat penting dalam mengukur kemampuan literasi dan numerasi anak. Apalagi, hasil TKA dapat menambah poin untuk Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur prestasi.
“Apalagi di wilayah Jati ini kan tidak ada SMA, jadi kami memang menekankan agar anak bisa berprestasi. Selain itu hasil dari tes ini dapat dibuat untuk mendaftar SMA lewat jalur prestasi. Karena kalau domisili masih kalah dengan sekolah-sekolah yang dekat,” ungkapnya.
Tak hanya persiapkan siswa dengan tambahan jam pelajaran, pihak sekolah sebelumnya juga telah mengadakan tryout TKA sebanyak empat kali. Menurutnya, hasilnya pun sangat memuaskan.
“Semoga saja untuk hasil TKA yang berlangsung ketat ini juga bagus,” harapnya.
Sementara itu, salah satu siswa SMP 1 Jati, Qirin Alisha Alma menyampaikan, mengerjakan sebanyak 30 soal matematika dengan durasi satu jam. Kemudian dilanjutkan mengerjakan soal untuk survei karakter dan lingkungan belajar sebanyak 25 soal.
“Karena kemarin sudah belajar, dan mendapat tambahan jam belajar dari sekolah, jadi bisa mengerjakan. Meskipun ada soal yang sulit tapi ada juga soal yang mudah,” imbuhnya.
Editor : Kholistiono

