Di dalam kedai sederhana samping Lapangan Rendeng, tampak tersaji beberapa lauk pauk dengan menu masakan yang berbeda-beda. Beberapa menu di kedai itu antara lain, nasi pecel, gudangan, rames, lodeh, opor ayam, serta beberapa pelengkap seperti aneka gorengan dan kerupuk.
Pemilik kedai itu ialah Pujianti Irianingsih (55). Menurut penjelasannya pada betanews.id, kedai sarapan sederhana miliknya itu sudah ada sejak 2002. Tepat saat anak keduanya menginjak TK.
“Saat itu kedai saya di sana mbak. Tapi karena dibangun GOR Djarum, akhirnya saya pindah” terangnya saat ditemui beberapa waktu lalu.
Baca juga: Berkat Dorongan Sang Anak, Elok Sukses Buka Gultik Mantan Pertama di Kudus
Awalnya, ia bersama sang suami, Gunawan (52), memiliki usaha bengkel. Namun, usahanya terpaksa harus berhenti. Hingga akhirnya, ia berganti haluan dengan membuka kedai sarapan sederhana setiap paginya.
“Dulu mikir, ini tempat mendukung. Sepertinya ramai kalau bisa buka tempat sarapan di sini,” ujarnya.
Pujianti tentu tidak sendiri dalam mengelola kedainya. Bersama sang suami mereka saling membagi tugas satu sama lain. Berkat ketekunan mereka, kedai sarapan sederhana itu bisa bertahan sampai sekarang dengan usia lebih dari 20 tahun.
Meski hanya usaha sederhana, Puji tidak pernah menyangka apa yang ia tekuni mampu mengantarkan kedua buah hatinya berhasil meraih gelar sarjana. Alumnus SMA Katolik Kudus itu awalnya ragu saat kedua anaknya mengatakan ingin berkuliah. Tapi, ia mencoba meyakinkan dirinya.
Seperti kata pepatah, hasil tidak mengkhianati usaha. Dengan ketekunannya membuka warung sarapan sederhana itu, akhirnya usahanya membuahkan hasil yang memuaskan. Anak pertamanya, Sevila Ayu (27), berhasil lulus dari Universitas Pelita Harapan (UPH) yang sebelumnya mengambil jurusan biologi.
“Puji Tuhan, Natrista saat ini sedang mengajar di Independent School, salah satu sekolah internasional yang ada di Bandung,” ujar Puji.
Baca juga: Cuma Rp500 Per Biji, Omzet Gethuk Goreng Kandar Tembus Rp2,5 Juta Sehari
Sedangkan anak kedua Puji, Natrista Ayu Listiana (24), baru saja lulus dari Universitas Semarang (USM) dengan jurusan psikologi. Dari penuturannya, anak keduanya kini sedang mencoba merintis usaha geprek bakar.
“Meski anak saya sarjana, saya tidak keberatan jika ia ingin membuka usaha kecil-kecilan dulu. Yang penting dia tekun dan yakin dengan pilihannya,” tambahnya.
Penulis: Prih Nur Fia Istiqomah, Mahasiswa Magang PBSI UMK
Editor: Ahmad Rosyidi

