BETANEWS.ID, KUDUS – Pengunjung di sejumlah lokasi wisata di Kabupaten Kudus tercatat mengalami lonjakan selama momentum libur Lebaran 1447 Hijriyah. Terutama lokasi wisata yang berbasis wisata air sangat diburu para wisatawan, baik dari lokal maupun luar daerah.
Lonjakan wisatawan yang datang ke Kudus itu mulai terlihat sejak lebaran kedua atau 22 Maret 2026, dengan total pengunjung sebanyak 2.900 orang. Total itu tercatat telah memadati di empat titik destinasi wisata, seperti Taman Krida, Kawasan Rahtawu, ARS Waterpark, dan wisata Waduk Logung.
Bahkan sehari setelahnya pengunjung melonjak hingga 4.170 orang. Sementara, di Wisata Pijar Park yang berlokasi di Desa Kajar, Kecamatan Dawe, diserbu hingga 3.000 pengunjung dalam sehari. Keramaian pengunjung diprediksi hingga Lebaran Ketupat atau pada Sabtu, 28 Maret 2026.
Subkoordinator Destinasi Wisata pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus Muhammad Aflah menyebut, wisata air dan panorama pegunungan masih menjadi destinasi wisata primadona yang diburu oleh pengunjung.
“Di libur lebaran kali ini, wisata air masih menjadi primadona bagib pengunjung, seperti waterboom. Tak hanya itu, ada panorama pegunungan seperti di Rahtawu dan Pijar Park yang juga menjadi dambaan pengunjung,” bebernya.
Ia memprediksi, lonjakan pengunjung akan terus berlangsung hingga akhir pekan ini tepatnya pada Lebaran Ketupat. Disbudpar Kudus, lanjut Aflah, pun telah melakukan monitoring dan langkah antisipasi untuk menyambut peningkatan kunjungan wisata.
“Tagline tahun ini adalah Wisata Aman, Nyaman, dan Menyenangkan. SE (Surat Edaran) dari Kementerian dan Provinsi Jawa Tengah juga sudah ada untuk antisipasi lonjakan pengunjung,” ungkapnya.
Pihaknya juga melibatkan berbagai stakeholder lain untuk membantu langkah monitoring wisata selama libur lebaran. Salah satunya, dengan pihak kepolisian untuk membantu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus juga diajak untuk membantu serta mengawasi apabila terjadi bencana di lokasi wisata, dengan mendirikan posko pengamanan di beberapa lokasi.
“Seperti di Logung itu ada posko sendiri untuk BPBD dan Destana, untuk membantu keamanan wisatawan,” tambahnya.
Sementara itu, CEO Pijar Park, Yusuf menyebut, bahwa lonjakan pengunjung di momentum libur Lebaran mengalami kenaikan hingga 100 persen. Tiap harinya, ada sekitar 2.000 hingga 4.000 pengunjung yang datang berwisata.
Baca juga: Kirab Kerbau Bule Meriahkan Rangkaian Tradisi Pesta Lomban di JeparaÂ
“Ini (keramaian) akan berlangsung sampai Kupatan. Puncaknya pas Sabtu dan Minggu itu,” imbuhnya.
Ribuan Wisatawan Kunjungi Kudus Selama Libur Lebaran, Destinasi Wisata Air Masih Jadi Primadona
BETANEWS.ID, KUDUS – Pengunjung di sejumlah lokasi wisata di Kabupaten Kudus tercatat mengalami lonjakan selama momentum libur Lebaran 1447 Hijriyah. Terutama lokasi wisata yang berbasis wisata air sangat diburu para wisatawan, baik dari lokal maupun luar daerah.
Lonjakan wisatawan yang datang ke Kudus itu mulai terlihat sejak lebaran kedua atau 22 Maret 2026, dengan total pengunjung sebanyak 2.900 orang. Total itu tercatat telah memadati di empat titik destinasi wisata, seperti Taman Krida, Kawasan Rahtawu, ARS Waterpark, dan wisata Waduk Logung.
Bahkan sehari setelahnya pengunjung melonjak hingga 4.170 orang. Sementara, di Wisata Pijar Park yang berlokasi di Desa Kajar, Kecamatan Dawe, diserbu hingga 3.000 pengunjung dalam sehari. Keramaian pengunjung diprediksi hingga Lebaran Ketupat atau pada Sabtu, 28 Maret 2026.
Subkoordinator Destinasi Wisata pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus Muhammad Aflah menyebut, wisata air dan panorama pegunungan masih menjadi destinasi wisata primadona yang diburu oleh pengunjung.
“Di libur lebaran kali ini, wisata air masih menjadi primadona bagib pengunjung, seperti waterboom. Tak hanya itu, ada panorama pegunungan seperti di Rahtawu dan Pijar Park yang juga menjadi dambaan pengunjung,” bebernya.
Ia memprediksi, lonjakan pengunjung akan terus berlangsung hingga akhir pekan ini tepatnya pada Lebaran Ketupat. Disbudpar Kudus, lanjut Aflah, pun telah melakukan monitoring dan langkah antisipasi untuk menyambut peningkatan kunjungan wisata.
“Tagline tahun ini adalah Wisata Aman, Nyaman, dan Menyenangkan. SE (Surat Edaran) dari Kementerian dan Provinsi Jawa Tengah juga sudah ada untuk antisipasi lonjakan pengunjung,” ungkapnya.
Pihaknya juga melibatkan berbagai stakeholder lain untuk membantu langkah monitoring wisata selama libur lebaran. Salah satunya, dengan pihak kepolisian untuk membantu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus juga diajak untuk membantu serta mengawasi apabila terjadi bencana di lokasi wisata, dengan mendirikan posko pengamanan di beberapa lokasi.
“Seperti di Logung itu ada posko sendiri untuk BPBD dan Destana, untuk membantu keamanan wisatawan,” tambahnya.
Sementara itu, CEO Pijar Park, Yusuf menyebut, bahwa lonjakan pengunjung di momentum libur Lebaran mengalami kenaikan hingga 100 persen. Tiap harinya, ada sekitar 2.000 hingga 4.000 pengunjung yang datang berwisata.
“Ini (keramaian) akan berlangsung sampai Kupatan. Puncaknya pas Sabtu dan Minggu itu,” imbuhnya.
Editor: Kholistiono

